Wednesday, 18 September 2019

Kisah Pencuri Kambing dan Sidang Mahkamah Konstitusi

Kisah Pencuri Kambing dan Sidang Mahkamah Konstitusi

He is no lawyer who cannot take two sides —Charles Lamb—

Jakarta, Swamedium.com — Seorang hakim mengadili pencuri kambing. Ketika si terdakwa ditanya hakim, benarkah dia mencuri kambing? Si terdakwa membantah.

“Tidak benar saya mencuri kambing pak hakim. Saya tarik talinya, tapi kambingnya ikut.”

Sang hakim terkejut, tapi merasa geli dengan argumen si pencuri. Namun dia lebih terkejut ketika kuasa hukum si pencuri menyampaikan pembelaannya dengan sangat meyakinkan.

Secara prosedur terbukti bahwa kliennya tidak mencuri. Dia hanya menarik talinya dan kambingnya mengikuti si pencuri. Jadi tak ada yang salah.

Kuasa hukum meminta agar hakim menolak semua dakwaan Jaksa. Jika sampai kliennya dihukum hanya karena “menarik” tali, maka tatanan hukum bisa rusak.

Perdebatan konyol semacam itu jangan Anda pikir hanya bisa ditemukan dalam anekdot.

Jika kita mengikuti perdebatan seputar sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), argumen semacam itu banyak bermunculan di media massa.

Sejumlah pakar hukum tata negara tiba-tiba berubah pandir. Berlagak pilon, menyampaikan pendapat tak ubahnya seperti seorang buzzer.

Mereka menilai langkah tim kuasa hukum Prabowo-Sandi memperbaiki materi permohonan sengketa bisa merusak dan mendorong Mahkamah Konstitusi (MK) melakukan penyimpangan.

Para pakar hukum pendukung paslon 01 itu berargumen, bahwa dalam Peraturan MK tidak ada waktu untuk memperbaiki perbaikan.

Bagaimana dengan substansi materi perbaikan permohonan yang berisi berbagai fakta dan dugaan penyimpangan yang dilakukan oleh paslon 01? Soal ini dinilai tidak penting. Mereka menyalahi prosedur permohonan.

PMK mengatur bahwa permohonan sengketa harus sudah masuk ke MK maksimal tiga hari setelah KPU menetapkan hasil penghitungan suara. Dalam hal ini maksimal harus masuk tanggal 24 Mei, karena penetapan pemenang pilpres diumumkan tanggal 21 Mei.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)