Minggu, 25 Oktober 2020

Catatan Lemahnya Sistem Situng KPU

Catatan Lemahnya Sistem Situng KPU

Foto: Ahli IT dan pakar telematika Hermansyah. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Kisruh salah input Situng KPU, sudah tidak lagi bisa dilihat sebagai masalah teknik. Kekacauan ini, sudah menjadi problem sistemik yang mengancam kredibilitas dan penyelenggara pemilu. Pasalnya, kekeliruan input bukan hanya terjadi sekali, tapi ratusan bahkan 73 ribu kali sudah dilaporkan ke Bawaslu.

Tujuan audit forensik IT KPU sejak September 2018 untuk mendeteksi data DPT amburadul dan sistem yang bisa manipulatif. Forensik diperlukan agar bisa menjamin keamanan dan mencegah intruder dari luar. Jangan sampai ada yang ditutup-tutupi. Namun sayangnya, permintaan audit forensik tersebut tak direspon.

Meski telah ditemukan banyak kekeliruan dan kejanggalan, respon KPU selalu normatif. Respon KPU yang kerap mengatakan faktor human error, tak bisa dimaklumi. Selain tak menyelesaikan masalah, respon tersebut justru menandakan sikap KPU yang kurang bertanggung jawab.

Jumat 3 Mei 2019, saya bersama Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon dan saudara Riza Patria- Wakil Ketua Komisi II DPR RI.

Menggunakan hak pengawasan melakukan sidak ke KPU untuk menyampaikan keresahan publik, sekaligus meminta keterangan dari Pimpinan KPU. Kami diterima lengkap oleh Ketua KPU, Komisioner KPU, serta pejabat Setjen. Setelah dialog dan berdebat, kami melakukan peninjauan langsung ke ruang server dan operation room.

Secara sederhana, dari sidak tersebut saya bisa menyimpulkan, bahwa Situng KPU memang dibuat longgar. Aturan validasinya lemah. Celah terjadinya manipulasi sangat besar. Salah input C1 dalam Situng KPU terjadi begitu masif.
Dan ke KPUD Bogor 4 Mei 2019 berdua dengan Pak Fadli Zon untuk mengecek kesalahan input dan proses di KPUD Daerah.

KPU berlindung dengan disclaimer yang menyebutkan bahwa apa yang ditampillan bukan hasil resmi.

Pages: 1 2 3 4 5

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.