Thursday, 22 August 2019

MK Harus Menjadikan Prinsip Kejujuran sebagai Acuan Putusan

MK Harus Menjadikan Prinsip Kejujuran sebagai Acuan Putusan

Foto: Miko Kamal, SH, LL.M., PhD, Legal Governance Specialist, Dosen Univ. Bung Hatta Padang, dan Dewan Nasional KSHUMI (Komunitas Sarjana Hukum Muslim Indonesia).

Ketidakjujuran pelaksanaan pemilu dapat dilihat dari dua sisi, yaitu (1) sisi penyelenggara pemilu; dan (2) sisi peserta pemilu.

Dari sisi penyelenggara, kelihatan sekali Komisi Pemilihan Umum tidak membantah dengan layak dalil dan pembuktian Pemohon terkait amburadulnya daftar pemilih tetap (DPT).

Dari sisi peserta pemilu, pihak terkait (dalam hal ini pasangan Jokowi – Ma’aruf Amin) tidak membantah dan/atau tidak dapat membuktikan dengan layak bahwa dalil Pemohon yang menyatakan calon Wakil Presiden Ma’aruf Amin tidak memenuhi Pasal 227 huruf p UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum tidaklah benar. Disamping itu, pihak terkait juga tidak membantah secara layak perihal dana sumbangan kampanye Jokowi sebesar Rp. 19.5 M dan sumbangan dana kampanye fiktif yang berasal dari Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) yang sama tapi orang yang berbeda;

6. Kejujuran adalah elemen sangat penting dan fundamental dalam pelaksanaan pemilu. Saking pentingnya, Pasal 22 E ayat (1) UUD 1945 memberi amanat langsung kepada penyelenggara negara untuk melaksanakan pemilu secara JUJUR,  disamping langsung, umum, bebas, rahasia, dan adil. Amanat ini diulang lagi di dalam Pasal 2 UU No. 7 Tahun 2017 yang menjadikan JUJUR sebagai salah satu asas pelaksanaan pemilu.

Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, demi kebaikan dan kepentingan bangsa, Saya menghimbau Mahkamah untuk membuat keputusan yang seadil-adilnya dengan menjadikan prinsip KEJUJURAN sebagai acuan utama. Sebab, KEJUJURAN pelaksanaan pemilu adalah pintu masuk utama dan pertama dalam merealisasikan good governance di negara kita.

Mudah-mudahan para hakim yang akan memutus perkara PHPU 2019 ini tetap mengingat isi dari Surah An-Nisa 135 yang dipampangkan dengan jelas dan sengaja di pintu masuk ruang sidang uta

Pages: 1 2 3

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)