Friday, 19 July 2019

Dukung MK, Datang ke MK dan Selamatkan Konstitusi Kita !

Dukung MK, Datang ke MK dan Selamatkan Konstitusi Kita !

Aksi Kawal Sidang MK.

Panggilan “Haji Wada Konstitusi” untuk rakyat Indonesia

Jakarta, Swamedium.com — Tahukah anda kenapa tiba-tiba Hary Tanoesoedibjo tiba-tiba berbelok arah?
Uang…?
Tidak mungkin. Uang beliau sudah sangat berlebih-lebih.
Karena Jabatan…?
Bisa saja!
Karena intimidasi dan ancaman…?
Mungkin juga!

Sekarang silahkan simpulkan kejadian yang sama yang terjadi kepada Yusril Ihza Mahendra dan begitu banyak tokoh-tokoh politik dan tokoh-tokoh Nasional lainnya di negeri ini. Yusril yang dulu terang-terangan berorasi membego-begokan rezim berkuasa pada akhirnya bertekuk lutut, menjilat ludah, dan kemudian datang menyembah.
Kenapa?
Menurut saya jawabannya hanya dua : Melalui Bujukan (Jabatan/Uang) dan Ancaman (Kriminalisasi).

Jurus “Bujukan” dan “Ancaman” yang digunakan oleh Rezim Sekarang adalah jurus mabuk yang sangat membahayakan masa depan Demokrasi Pancasila kita. Pilihan terhadap orang-orang yang berseberangan politik dengan Pemerintah hanya dua : Merapat atau disepak !
Akibatnya Demokrasi akan mati. Tidak akan ada lagi perbedaan pendapat. Semua harus setuju dengan Rezim berkuasa.

Sekarang aparat hukum khususnya yang dibawah koordinasi Pemerintah (Kepolisian dan Kejaksaan) terang-terangan sudah dimamfaatkan untuk tujuan politik mereka.

Sekarang hanya orang-orang yang benar-benar bersih masa lalunya dan tidak pernah berkasus hukum yang berani mengkritik dan berseberangan dengan Rezim Penguasa. Misalnya sebut saja duo “F” yang sangat dibenci para Cebong.
Fix, Rezim Penguasa sekarang adalah gabungan dari kebusukan Rezim Orde Lama dan kediktatoran Rezim Orde Baru. Bahkan kekejaman Orde Penjajahan lebih masuk akal. Belanda kejam karena kita berbeda bangsa. Sekarang satu bangsa tapi kenapa bisa tega memukuli dan menghilangkan nyawa anak bangsa sendiri?
=========================

Analisa saya, kemungkinan hal yang sama juga menimpa para Komisioner KPU dan Bawaslu. Sehingga perhelatan Pemilu dan Pilpres kemarin menjadi yang terburuk dalam sejarah sekaligus paling memilukan karena memakan korban yang sangat banyak (ratusan Petugas KPPS meninggal dunia – https://amp.kompas.com/nasional/read/2019/05/16/17073701/data-kemenkes-527-petugas-kpps-meninggal-11239-orang-sakit).

Pages: 1 2 3

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)