Kamis, 13 Agustus 2020

BPN Prabowo-Sandi ke Emak-emak: Tersenyumlah, Hapus Air Matamu

BPN Prabowo-Sandi ke Emak-emak: Tersenyumlah, Hapus Air Matamu

Emak-emak pendukung Prabowo-Sandi.

Jakarta, Swamedium.com — Pendukung dan relawan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno diminta tidak bersedih dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa Pilpres 2019.

“Salam hormat dan kagum kepada emak-emak pendukung @prabowo @sandiuno tersenyumlah, hapus air matamu,” kata Koordinator Jurubicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak di akun Twitter @Dahnilanzar, Jumat (28/6).

Peserta aksi damai kawal MK di kawasan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta (Kamis, 27/6), diminta membubarkan diri pada pukul 17.00 WIB. Beberapa emak-emak terlihat meneteskan air mata setelah koordinator lapangan aksi Abdullah Hehamahua menyebut MK akan menolak permohonan paslon 02 Prabowo-Sandi.

Kepada pendukung dan relawan Prabowo-Sandi, Dahnil mengajak agar sama-sama menjaga Indonesia lebih baik.

“Kita jaga bareng-bareng Indonesia lebih baik sesuai dengan spirit Pancasila dan UUD 45 yang disepakati para pendiri bangsa kita,” demikian mantan ketua umum PP Pemuda Muhammadiyah itu.

Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dalam pidatonya mengaku menghormati hasil putusan MK terkait sengketa Pilpres 2019. Dia mengajak pendukungnya terus memperjuangkan cita-cita dan ajaran Proklamator, yaitu mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur, yang sungguh-sungguh merdeka.

“Kami yakin bahwa kami tidak akan berhenti untuk memperjuangkan cita-cita tersebut. Kita bisa berjuang di legislatif, kita bisa berjuang di forum-forum lain. Kita bisa konsolidasi. Kita punya kekuatan massa yang riil. Marilah kita menatap masa depan dengan tetap semangat dan tetap optimistis,” kata Prabowo yang disampingi Sandi saat menyampaikan pidato politik di kediamannya di Kertanegara, Jakarta Selatan, Kamis malam (27/6).

Prabowo juga minta pendukungnya agar tidak berkecil hati. “Kita tetap tegar, kita tetap tenang, tetap penuh dengan cita-cita mulia, tapi selalu dalam kerangka damai, antikekerasan, dan setia pada konstitusi. Kita harus memikirkan kepentingan yang lebih besar, keutuhan bangsa dan negara, kita harus memandang bahwa seluruh anak bangsa adalah saudara-saudara kita sendiri,” ucapnya.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.