Minggu, 11 April 2021

Sikap Orang Beriman Hadapi Kekalahan

Sikap Orang Beriman Hadapi Kekalahan

Foto: Ilustrasi (Des Parlente)

Jakarta, Swamedium.com — Hidup adalah pertandingan, juga spt gelombang di lautan, kadang pasang kadang surut. Kadang manis kadang pahit. Kekalahan itu memang sesuatu yg menyakitkan.

Banner Iklan Swamedium

Org beriman itu punya prinsip, menang dengan cara yang elegan dan kalah dengan cara terhormat, meski lawan mlk berbagai siasat tipu daya dan menghalalkan segala cara. Karena perang adalah muslihat tipu daya.

Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya Allah mencela orang yang lemah, oleh karena itu bangkitlah!, dan apabila engkau kalah dalam suatu urusan maka ucapkanlah, ‘Hasbiyallah wa ni’mal wakil (cukup bagiku Allah dan Dialah sebaik-baik tempat berserah)’”. (HR. Abu Dawud).

Sebagai seorang mukmin sudah seharusnya memiliki jiwa yang kuat dan tahan banting, tidak gampang putus asa hanya dengan kekalahan. Karena Allah SWT menyukai mukmin yang kuat dibandingkan yang lemah. Bersikaplah tegar. Jadikanlah hikmah dan pelajaran yang berharga.

Salahsatu hikmahnya adalah kita menjadi lebih dekat kepada Yang Maha Kuasa, mengajari kita untuk kuat, sabar dan tabah.

Kemudian jadikan kekalahan itu sebagai latihan untuk menambah pengalaman. Mendewasakan diri untuk belajar berlapang dada, dan menahan amarah sekaligus mencegah kehancuran yang lebih besar lagi.

Satu hal yang patut dicamkan, jangan pernah berprasangka buruk kepada Allah, seolah doa dan munajatmu tak diijabah. Lalu anda menjadi fasik. Sesungguhnya kekalahan ini merupakan ujian bagi orang-orang beriman.

“Maka janganlah kamu ikuti orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah), Maka mereka menginginkan supaya kamu bersikap lunak lalu mereka bersikap lunak (pula kepadamu)” (QS. Al-Qalam: 8-9)

“Seandainya Kami tidak teguhkan kamu, hampir saja engkau sedikit condong kepada mereka.” (QS. Al-Isra’ : 74)

Perjuangan menegakkan amar maruf belum usai, keadilan dan kebenaran harus tetap diperjuangkan hingga nyawa berpisah badan.

Dan org beriman tidak akan pernah lunak dan berpihak dengan kezaliman dan kemungkaran. Berbuatlah semampumu. Karena hasil atau kemenangan adalah prerogatif Allah, kita hambanya hanyalah menyampaikan kebenaran dan tetap istiqamah memerangi kebatilan.

Belajarlah dari Perang Uhud. Kekalahan itu bisa disebabkan, kerakusan berebut ghanimah, tidak bersatu, dan terlena ketika kemenangan hampir diraih.

Gelombang tak pernah berhenti, kapal harus tetap berlayar meninggalkan dermaganya menuju pulau harapan. Tetap semangat, kembali merapihkan barisan, menyiapkan strategi yang lebih jitu, dan bertawakal kepada Allah Swt. Jangan lemah dan La Tahzan (jangan bersedih). Allah Maha Tahu dan sebaik baik rencana. (*)

*Penulis: Des Parlente (Forum Jurnalis Muslim/Forjim)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita