Tuesday, 20 August 2019

Sebodoh itukah BW Cs? Tentu TIDAK

Sebodoh itukah BW Cs? Tentu TIDAK

Foto: Ketua Tim Hukum Pasangan Calon Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, Bambang Widjojanto, membacakan permohonann gugatan pada sidang perdana Sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi, Jumat (14/6/2019).

Jakarta, Swamedium.com — KPU seperti sudah diduga sejak awal, akhirnya menetapkan pemenang Pilpres 2019. Langkah itu diambil setelah MK seperti juga telah diduga, menolak tuntutan sang penantang.

Selesaikah persoalan bangsa? Jawabnya tentu tidak semudah itu. Meski konstitusi negara menyatakan MK adalah satu-satunya mahkamah serta keputusannya final and binding (final dan mengikat), tapi hati lebih dari 44,50 % suara versi KPU atau 52% versi BPN, tentu tak mudah ditebak. Mungkin ada pihak yang mau menerima, tapi sepanjang pengetahuan saya, tampaknya tidak demikian. Alasannya bisa dimaklumi, semua yang kasat mata, tak jadi bahan pertimbangan. Apa yang terjadi di masyarakat, sama sekali tidak jadi acuan.

Tak heran wacana rakyat menggugat, sudah mulai terlihat. Buktibya di medsos rasa ketidakpuasaan masih menggelora. Mereka sebel, marah, mencaci, memaki keputusan yang dianggap tidak adil itu, masih membahana. Bahkan yang mengerikan, ada jutaan rakyat insyaa Allah akan menggugat semua ketidakberesan itu di akhirat, di hadapan Allah, utamanya untuk ke-9 orang hakim MK itu.

Sebodoh itukah?

Sekali lagi, saya bukan orang hukum, tapi logika saya tetap berjalan dengan sehat. Sekali lagi juga, saya sama sekali tidak terkejut Mahkamah Konstitusi memenangkan petahana. Dan, sekali lagi nih, saya rakyat jelata, bisa apa dengan putusan MK?

Tapi ada sesuatu yang terus menggayut di benak saya dan saya yakin begitu juga dengan jutaan rakyat jelata lainnya, sesuatu yang menggelitik untuk ditanyakan: “Sebodoh itukah BW cs?”

Pasti, TIDAK. Reputasi Bambang Wijoyanto, Denny Indrayana, Teuku Nasrullah, Zulfadli,  Dorrel Almir, Iskandar Sonhaji, Iwan Satriawan, dan Lutfi Yazid, tak bisa diragukan. Mereka, pasti bukanlah sekumpulan badut hukum. Mereka bukan penggembira dalam arena hukum. Mereka dapat dipastikan adalah para pendekar hukum yang mumpuni serta tak takut dengan ancaman.

Pages: 1 2 3

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)