Friday, 18 October 2019

Film “1987: When The Day Comes”, Tumbangnya Rezim Pembunuh Warga Sipil

Film “1987: When The Day Comes”, Tumbangnya Rezim Pembunuh Warga Sipil

Foto: Salah satu dokumentasi korban yang juga diangkat dalam film “1987: When the Day Comes” (Sumber: Reuter)

Jakarta, Swamedium.com — Tahun 1987 menjadi salah satu catatan sejarah kelam buat negara Korea Selatan. Seorang mahasiswa pro-demokrasi, Park Jong Chul, tewas setelah diinterogasi oleh polisi anti-komunis. Kematiannya menjadi tanda tanya, sekaligus mendorong sebuah proses demokrasi di Korsel.

Setiap pihak ikut terlibat dalam kejadian penting tersebut, mulai dari pihak pemerintah, kepolisian, kejaksaan, mahasiswa, wartawan, pemuka agama, hingga masyarakat sipil. Tapi, apa aja ya yang bikin film “1987: When the Day Comes” ini menarik dan harus kamu tonton? Berikut Genmuda.com rangkumin 5 alasannya.

1. Film Sejarah yang detil dan jujur


via: IMDB(Sumber: IMDB)

Film “1987: When the Day Comes” terinspirasi dari kisah nyata mahasiswa bernama Park Jong Chul (Jin-gu Yeo) yang terbunuh saat diinterogasi dan pihak pemerintah lewat lembaga anti-teroris berusaha menutupi kasus tersebut. Upaya tersebut ditentang oleh seorang jaksa, Choi Hwan (Jung Woo Ha), yang menolak menandatangani surat kematian dan rencana kremasi Park tanpa adanya otopsi.

Tanpa disengaja polemik pemerintah dengan pihak mahkamah agung atas kematian Chul diketahui oleh seorang wartawan. Dengan cepat informasi itu menyebar sehingga menimbulkan banyak polemik sekaligus desakan publik untuk membuka penyebab kematian Park. Di satu sisi pemerintah Korsel yang menentang keras paham komunis saat itu, mencari orang-orang pro-demokrasi yang diduga bekerja sebagai mata-mata pemerintah Korea Utara.

Konflik politik dalam film digambarkan secara detail dan jujur oleh Joon Hwan Jang sebagai sutradara. Dalam segi kualitas cerita dan cara penyampaian pesannya film “1987” bener-bener punya kualitas. Sampai pada credit filmnya, kamu akhirnya bisa mengetahui jika film ini sangat jujur dan ‘niat’ untuk merekonstruksi kejadian sejarah.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.