Wednesday, 17 July 2019

Pak Sutopo dan Pelajaran Humas Era Digital

Pak Sutopo dan Pelajaran Humas Era Digital

Foto: Sutopo Purwo Nugroho (RMOL)

Jakarta, Swamedium.com — Selamat jalan Pak Sutopo Purwo Nugroho. Sosok alharhum Kepala Pusat Data Informasi dan Humas (Pusdatinmas) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini patut menjadi pelajaran. Sekalipun mengidap penyakit kanker paru-paru, ia tetap loyal dan berdedikasi dalam menjalankan fungsi hubungan masyarakat. Humas, sebuah cara dalam mengelola komunikasi antar organisasi dengan publiknya.

Di balik sosok Sutopo pula, cara pandang banyak orang tentang figur humas berubah. Humas yang dulu dikenal sosok yang parlente, necis, bahkan sedikit glamour kini berubah. Humas tidak harus ganteng atau cantik. Di balik penampilan Sutopo, fungsi humas “kembali ke khittah” untuk menyajikan informasi dan komunikasi yang lugas dan tidak multitafsir.

Dedikasi Sutopo dalam melayani dan meladeni informasi tentang bencana di Indonesia patut diacungi jempol. Informasi (saya tidak menyebut data) disajikan begitu cepat, akurat, dan lugas. Apalagi di era digital sekarang, informasi yang cepat sangat penting untuk menghindari hoaks. Informasi akurat pun dibutuhkan agar tiap ingormasi tidak salah dan tidak multitafsir. Dan lugas hanya bertumpu pada pokok-pokok informasi yang perlu saja, bersifat seperti apa adanya, tidak berbelit-belit, dan objektif. Bahkan di tengah sakitnya, Sutopo seolah berjuang untuk sebuah kebenaran informasi dengan gaya komunikasi yang natural dan sederhana.

Figur Sutopo, sungguh telah memberikan pelajaran baru tentang humas di era digital, pelajaran tentang cara menyajikan informasi dan komunikasi di tengah kesemrawutan informasi itu sendiri.

Berangkat dari pengalaman dan praktik. Bahkan Bahkan di tengah pertarungan nama baik seperti sekarang, hubungan masyarakat (humas) atau public relations bolehlah didefinisikan sebagai seni mengelola informasi dan pengertian yang lebih baik sehingga dapat memperdalam kepercayaan publik terhadap suatu organisasi. Buat saya itu sah-sah saja.

Tapi bagaimana cara bisa mengelola pengertian publik di tengah era kebencian atau kegalauan seperti sekarang?

Maka, saya katakan. Humas itu bukan pengetahuan. Humas pun bukan pelajaran. Lebih dari itu, humas adalah sebuah sikap dan perilaku dalam memberikan informasi kepada publik melalui cara komunikasi yang efektif. Humas pun asal menyajikan data.

Pages: 1 2 3

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)