Wednesday, 17 July 2019

Skenario ‘Jin Ifrid’

Skenario ‘Jin Ifrid’

Foto: Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (ist)

Tangerang, Swamedium.com — Kepala daerah muslim satu persatu di giring oleh KPK ke jeruji besi. Mereka di intai berbulan bulan, sampai mereka lengah. Pada saat mereka lengah, tanpa ampun langsung di OTT. Kemudian mereka di ekspose di media Televisi berhari hari.

Pemimpin muslim yang hampir tidak pernah salah dalam kebijakan, sehingga tidak ada celah KPK untuk meng OTT mereka. Cara lainpun dilakukan. Pasukan lain bekerja untuk merusak reputasi mereka. Baik buzzer buzzer yang terus menerus menyinyiri mereka.

Ahmad Heryawan ketika menjabat gubernur jawa barat terus menerus digempur, dicari cari kesalahannya, diulek ulek masa lalunya. Pendek kata setia kebijakannya yang baik harus di tutupi ke publik dengan tidak meliputnya. Dengan prestasi hebat di jawa barat, Aher tida bisa bersinar karena tidak ada media yg memberitakan dirinya.

Edy Rahmayadi di Sumatera utara, jika dia marah di ekspose oleh media berhari hari. Buzzer terus menerus mengais ngais kelemahannya. Padahal dari pandangan yang jerinih, beliau seorang pemimpin yg baik.

Sekarang giliran Anis Baswedan yang digempur mati matian. Setiap ada masalah di Jakarta, Anis harus selalu salah. Prestasinya yang gemilang ditutupi dengan cara tidak mengekspose dirinya di media media mainstreem. Buzzer buzzer tak henti nyiyirin dirinya.

Terbaru di kasus kerusuhan 22 mei, pasukan Brimob yang menembaki warga Jakarta, nota bene warga Anis. Bahkan ada kelompok yang mengerahkan massa bayaran. Tetapi sekelompok orang malah ramai ramai menyalahkan Anis. Bahkan tagar turunkan anis sampai ribuan.

Kenapa bukan Kapolri yang disuruh turun? Pengamanan unjuk rasa adalah tanggung jawabanya. Kenapa bukan menkopolhukam yang disuruh turun? Dia penanggung jawab keamanan. Kenapa massa bayaran itu tidak di ekspose? Sampai sekarang otak penggeraknya tak tentu juntrungannya.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)