Wednesday, 18 September 2019

Profil Nurdin Basirun, Gubernur Kepri dari Nasdem yang Diciduk KPK

Profil Nurdin Basirun, Gubernur Kepri dari Nasdem yang Diciduk KPK

Foto: Nurdin Basirun. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun. Politikus Partai NasDem itu diringkus bersama lima orang lain terkait dugaan korupsi izin reklamasi.

Pada operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (10/7/2019), tim KPK mengamankan uang 6.000 dolar Singapura. Uang ini diduga kuat bukan penerimaan yang pertama.

Hingga saat ini, Nurdin berama kepala dinas kelautan Pemprov Kepri, kepala bidang, dua staf dan seorang pihak swasta masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Tanjungpinang.

”Tentu kami akan identifikasi dan dalami lebih lanjut mulai dari proses pemeriksaan ini. Sesuai dengan hukum acara KPK diberikan waktu paling lama 24 jam. Nanti akan ditentukan status hukum perkaranya, apakah misalnya ditingkatkan ke penyidikan dan status pihak-pihak yang diamankan itu,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Rabu (10/7/2019).

Bagi masyarakat Kepri, siapa yang tidak kenal dengan Nurdin Basirun? Rekam jejaknya di pemerintahan sangat panjang. Jauh sebelum menjabat gubernur, dia merupakan wakil gubernur. Sebelumnya lagi, Ketua DPW Partai NasDem Kepri ini menjabat Bupati Karimun selama dua periode.

Lahir di Moro, Kabupaten Karimun 7 Juli 1957, Nurdin yang merupakan anak dari pasangan Basirun dan Nuriah menghabiskan masa kecil di kampung halamannya.

Tumbuh bukan dari keluarga mapan membuat Nurdin bekerja keras. Dia kemudian dikenal sebagai seorang pelaut. Ini sesuai pendidikannya yaitu Mualin Pelayaran Terbatas (MPT) dan dilanjutkan dengan Mualin Pelayaran Internasional (MPI).

Aktivitasnya di dunia pelayaran menjadikannya sebagai seorang pengusaha. Tercatat, suami dari Noorlizah ini Direktur Perusahaan Pelayaran Rakyat pada tahun 2000. Dari pekerja swasta, Nurdin menapakan di pemerintahan. Ini terjadi ketika Kabupaten Karimun menggelar pilkada untuk pertama kalinya pada 2001-2005.

Pages: 1 2 3

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)