Monday, 16 December 2019

Ancam Industri Semen RI, Semen China Diduga Lakukan “Predatory Pricing”

Ancam Industri Semen RI, Semen China Diduga Lakukan “Predatory Pricing”

Jakarta, Swamedium.com — Kondisi pasar semen domestik mengalami kelebihan pasokan karena gencarnya semen asal China (Tiongkok) yang menjual harga di bawah pasaran di pasar semen Indonesia.

Anggota DPR RI terpilih periode 2019-2024, Andre Rosiade menyampaikan, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan karena akan merugikan produk semen Indonesia.

“Pasar semen lokal dalam kondisi sangat memprihatinkan atau terancam bangkrut.
Kenapa itu bisa terjadi karena ada kebijakan predatory pricing, di mana investor semen Tiongkok yakni semen Conch dengan sengaja menjual semen di Indonesia dengan harga merugi,” kata Andre, Rabu (17/7/2019).

“Jadi industri semen lokal itu terancam karena semen asal Tiongkok karena mereka terindikasi menjual dengan menggunakan predatory pricing sehingga semen kita yang dimotori Semen Indonesia Grup BUMN kita hancur berantakan,” sambung politisi Gerindra ini.

Anggota DPR RI terpilih dari Dapil Sumatera Barat I ini berujar, akibat kebijakan sepihak yang dilakukan semen Conch, berdampak langsung terhadap penjualan hingga produksi semen dalam negeri yang menurun. Andre pun mencontohkan harga semen asal Tiongkok jauh berbeda dengan semen lokal yang bisa dilihat di situs jual beli online.

“Pabrik Semen di Aceh, Semen Padang, Semen Baturaja, Semen Gresik, dan Semen
Tonasa terpaksa menurunkan kapasitas produksinya, karena semen mereka tidak laku karena kalah bersaing. Juga karena kebijakan semen Conch yang terindikasi
menggunakan predatory pricing itu. Di situs jual beli online harga semen lokal itu berkisar di Rp51 ribu sedangkan semen asal Tiongkok berkisar di hargap Rp34 ribu,” ujarnya.

Selain itu, lebih jauh Andre menduga jika ada agenda semen asal Tiongkok ingin mengambil alih pasar semen di Indonesia dengan langkah awal menjual harga semennya di pasaran atau predatory pricing itu. Jika mereka berhasil menghancurkan pasar perusahaan semen dalam negeri, menurutnya tidak menutup kemungkinan jika nantinya perusahaan-perusahaan semen dalam negeri akan diambil alih oleh perusahaan semen asal Tiongkok.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.