Tuesday, 20 August 2019

Ditolak Keterlibatan Unicorn dalam Bisnis Umroh dan Haji di Indonesia

Ditolak Keterlibatan Unicorn dalam Bisnis Umroh dan Haji di Indonesia

Foto: Jamaah haji sedang wukuf di padang Arafah. (ilustrasi/ist)

Jakarta, Swamedium.com — DPP Syarikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (SAPUHI) menolak untuk menerima keterlibatan dua unicorn di Indonesia, Traveloka dan Tokopedia dalam bagian apapun pada bisnis penyelenggaraan ibadah umroh.

Dengan terlaksanannya “Indonesia-Arab Saudi Teken MoU Ekonomi Digital”
pada 5 Juli 2019 tentang Memorandum of Understanding (MOU) antara Menteri
Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) R.I. Rudiantara, dengan Menteri
Komunikasi dan Teknologi Informasi Arab Saudi, Abdullah Alshawa.

“Maka dengan ini SAPUHI sepakat menolak menolak untuk menerima 2 Unicorn
sebagai bagian dalam penyelenggaraan Ibadah Umroh dan Haji di Indonesia,” kata Drs. H. Syam Resfiadi, Ketua Umum SAPUHI, di Jakarta, Rabu (17/7).

Adapun beberapa alasan penolakan sebagai berikut:

– Peluang Kapitalisasi Bisnis Umroh : Traveloka dan Tokopedia bisa
diindikasikan akan melakukan Kapitalisasi Bisnis Penyelenggaraan Ibadah Umroh dan akan merugikan Jama’ah Indonesia di kemudian hari dengan
pola kapitalisasi yang ada.

– Umroh adalah Bisnis Menggiurkan : Jama’ah Umroh adalah Captive
Market yang besar dan pasti dilirik oleh banyak pihak, dari sekitar 1 juta
Jama’ah yang berangkat Umroh setiap tahun nya, atau setara perputaran
Dana sekitar 20 Triliun setiap tahun nya jika dihitung prorate per jama’ah 20 juta rupiah.

“Maka tentu ini menjadi bisnis yang diincar oleh banyak pihak,
dan tentunya bisnis perjalanan Umroh merupakan bisnis yang diatur secara
ketat oleh Peraturan Perundang-undangan di Indonesia,” ujar Syam.

– Menjadi Ancaman untuk Travel dan Agen Perjalanan Wisata :
Dari Perputaran Bisnis Umroh tersebut, tentu perputaran nya sudah membantu
menghidupi sekitar 1016 Perusahaan yang sudah mempunyai izin Umroh yang ada di Indonesia, jika kita hitung setiap perusahaan memiliki 10 Karyawan, dan atau 100 agen maka bisa dipastikan ratusan ribu orang karyawan Perusahaan terancam terdisrupsi jika bisnis Umroh dibuka terhadap Traveloka dan Tokopedia. “Tentu Pemerintah harus bisa melindungi dan mendukung Travel-travel PPIU yang sudah berhasil mendapatkan izin dengan skema Persyaratan perizinan dan Prosedur Controling yang ketat
yang diatur oleh Kemenag RI,” tukas Syam.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)