Monday, 16 December 2019

Tak Cuma M Nasir, Dua Adiknya Juga Diduga Terlibat Gratifikasi DAK Kepulauan Meranti

Tak Cuma M Nasir, Dua Adiknya Juga Diduga Terlibat Gratifikasi DAK Kepulauan Meranti

Juru bicara KPK, Febri Diansyah

Jakarta, Swamedium.com — Tak hanya Anggota Komisi VII DPR, politisi Demokrat dari Dapil Riau 2, Muhammad Nasir juga diduga terlibat dalam kasus gratifikasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Kepulauan Meranti.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Komisi Pemberantasan korupsi (KPK), adik kandung M Nasir, yakni terpidana perkara wisma atlet, Muhammad Nazaruddin serta Muhajidin Nur Hasim diduga kuat mengetahui banyak ihwal gratifikasi yang melibatkan Anggota Komisi VI Bowo Sidik Pangarso, politisi Partai Golkar.

Hal ini diungkapkan juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (19/7/2019) kemarin.

“Pemanggilan Nazaruddin, M Nasir dan satu orang lagi itu lebih terkait pada kebutuhan KPK untuk mendalami informasi terkait pengurusan anggaran DAK yang salah satunya seingat saya di Riau ya di Kabupaten Meranti,” kata Febri.

Bahkan menurut Febri, Lembaga Antirasuah itu sudah memiliki bukti kuat jika DAK Kabupaten Meranti menjadi proyek bancakan Bowo Sidik.

Totalnya kata Dia, uang suap dan gratifikasi yang diterima Bowo bersumber dari pengurusan DAK tersebut.

“Kami menduga dalam penelusuran sumber-sumber dana gratifikasi ini ada salah satu sumber yang memiliki keterkaitan dengan pengurusan anggaran DAK tersebut,” ujarnya.

Namun demikian, Febri belum menjelaskan lebih jauh keterlibatan M Nasir dan kedua adiknya. Karena saat ini, Nazaruddin sendiri masih menjalani masa hukumannya di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

“Saya tidak bisa menjelaskan lebih jauh karena mereka kan belum diperiksa ya,” pungkasnya.

Atas dasar itulah kata Febri, penyidik membutuhkan keterangan M Nasir dan adiknya yang merupakan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M Nazaruddin.

Di hari yang sama, kata Febri, pihaknya juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap Komisaris Utama PT Fahreza Duta Perkasa, Aan Ikhyaudin, terkait dengan kasus dugaan suap kerja sama penyewaan kapal PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) dan PT Pupuk Indonesia Logistik (PILOG) dengan tersangka Indung yang merupakan orang kepercayaan Bowo.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.