Friday, 06 December 2019

Antara Nasi Goreng Teuku Umar dan Nasi Kebuli Gondangdia Vs Restu HRS

Antara Nasi Goreng Teuku Umar dan Nasi Kebuli Gondangdia Vs Restu HRS

Foto: Pertemuan Teuku Umar dan Gondangdia. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Pasca pertemuan Prabowo dengan Jokowi di stasiun MRT, ILC besutan Karni Ilyas belum mengangkatnya menjadi topik diskusi. Namun setelah pertemuan Megawati dengan Prabowo yang “disaingi” di hari yang sama oleh pertemuan Surya Paloh dengan Anies Baswedan, ILC tadi malam (Selasa, 30 Juli 2019), mengangkat topik diskusi bertema : Antara Teuku Umar dan Gondangdia, 212 Hendak Kemana?

Saya mencoba menangkap apa yang ada di benak Pak Karni sehingga menjadikan “212” sebagai entitas penting yang diposisikan di antara 2 pertemuan makan siang tersebut. Tentu saja hanya Pak Karni yang tahu tepatnya apa alasan beliau mengangkat tema itu.
Namun saya menduga, Pak Karni yang juga aktif di medsos — twitterland — menangkap kegalauan ummat, khususnya para pendukung paslon capres 02 yang juga umumnya pendukung Anies Baswedan, atas kedua pertemuan itu. Ada suasana unhappy di kalangan pendukung Prabowo ketika Prabowo seakan “rujuk” kembali dengan Megawati, mantan pasangannya di Pilpres 2009 lalu. Begitu pula ada rasa gusar ketika Surya Paloh seakan menunjukkan dukungan kepada Anies Baswedan.

Kenapa ummat galau, gusar, unhappy?! Sebab selama ini sosok Megawati yang juga Ketua Umum PDIP serta Surya Paloh yang dianggap representasi dari Metro TV sekaligus Ketua Umum Nasdem, diposisikan sebagai tokoh sekaligus politisi yang berseberangan dengan aspirasi ummat Islam, terutama dalam kasus Ahok tahun 2016 – 2017, yang sangat melukai hati ummat Islam. Hanya berselang 2 hari pasca event terakbar dalam sejarah bangsa Indonesia — yaitu Aksi Super Damai 212 — Paloh dkk menggelar aksi tandingan 412.

Sedangkan Anies disimbolkan sebagai antitesa Ahok. Santun, lembut, tidak pernah berkata kasar dan kotor. Anies juga merehabilitasi kampung-kampung yang dulu digusur Ahok, menyegel pulau reklamasi yang dulu diijinkan Ahok, menutup Alexis yang dulu dibiarkan beroperasi oleh Ahok. Maka, ketika Surya Paloh terlihat mencoba “merangkul” Anies dengan mengundangnya makan siang di kantor DPP Nasdem si Gondangdia, jelas ummat tidak suka, gusar. Mereka khawatir Anies jadi “tercemari” dan dampaknya akan jadi seperti Ridwan Kamil, yang ditinggalkan ummat ketika mulai dekat dengan Nasdem. Walaupun tentu saja beda sekali membandingkan Anies dengan RK, dan Anies tidaklah segegabah itu merespon upaya Nasdem untuk mengambil hatinya.

Pages: 1 2 3 4 5

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.