Tuesday, 20 August 2019

Ekonomi RI Sulit, 54 Pabrik di Bogor Bersiap Gulung Tikar

Ekonomi RI Sulit, 54 Pabrik di Bogor Bersiap Gulung Tikar

Foto: Ilustrasi buruh pabrik.

Bogor, Swamedium.com — Iklim perekonomian di Indonesia semakin sulit tidak terkecuali di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Puluhan pabrik berbagai sektor kini sekarat. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat (Jabar) mencatat, di Kabupaten Bogor ada 54 pabrik bersiap gulung tikar.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jabar Mohammad Ade Afriandi memperkirakan, masalah tersebut berdampak terhadap adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang mencapai 64 ribu orang. Ia memperkirakan, perusahaan bangkrut karena terus naiknya upah pekerja.

Tercatat upah minimum kabupaten/kota (UMK) berdasarkan keputusan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tahun 2019 untuk Kabupaten Bogor sebesar Rp 3.763.405,88. Sedangkan Kota Bogor adalah Rp 3.842.785,54.

Tak hanya itu, Kabupaten Subang, Purwakarta, Bandung, Bandung Barat, dan Kota Bandung mengalami masalah yang sama.

“Di Subang terdapat 31 pabrik garmen, 5 pabrik telah tutup awal tahun 2019, meliputi 70 ribu pekerja,” tutur Afriandi, Senin (29/7).

Sepanjang 2015 hingga 2018, kata Afriandi, relokasi dan penutupan perusahaan padat karya tertinggi terjadi di Kabupaten Karawang dan Bekasi.

“Di dua kabupaten (Karawang dan Bekasi, red) saat ini hampir tidak terdapat pabrik garmen dan produk tekstil yang sebenarnya merupakan penyerap tenaga kerja berketerampilan rendah,” katanya.

Menurutnya, jika tanpa kehatian-hatian pemerintah dalam mengambil kebijakan, salah satunya terkait upah, maka setidaknya 130 ribuan buruh di dua kabupaten tersebut dapat kehilangan pekerjaannya.

“Inilah yang saya maksud dengan dilematika upah minimum di Jawa Barat. Di satu sisi berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, di sisi lain telah mengancam eksistensi industri, terutama industri manufaktur padat karya,” paparnya.

Masalah tersebut menjadi perhatian serius Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Bogor. “Jika sampai itu terjadi, tentu ini catatan tidak hanya kondisi Kabupaten Bogor tapi secara makro terganggu. Tapi kita lihat dulu perusahaan seperti apa yang sampai tutup,” kata Ketua Hipmi Kabupaten Bogor Bambang Pria Kusuma.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)