Sabtu, 28 November 2020

Kasus Bowo, Nasib Enggartiasto & M.Nasir Bersaudara Ada di Tangan Jaksa dan Hakim

Kasus Bowo, Nasib Enggartiasto & M.Nasir Bersaudara Ada di Tangan Jaksa dan Hakim

Anggota DPR Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso (tengah) dibawa ke mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta

Jakarta, Swamedium.com — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak bisa lagi memanggil Mendag RI, Enggartiasto Lukita dan M.Nasir bersaudara. Alasannya penyidikan terhadap Bowo Sidik Pangarso, telah rampung.

“Kalau penyidikan sudah selesai, bagaimana lagi cara kita (KPK, red) memanggil,” kata juru bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Selasa (30/7/2019).

Tapi Febri menjelaskan, keterangan mereka masih bisa diberikan di persidangan, jika Jaksa ataupun Hakim memandang perlu untuk menghadirkan mereka di ruang sidang.

Seperti diketahui, Anggota Komisi VI DPR RI, Bowo Sidik Pangarso (BSP) tengah terjerat kasus dugaan suap bidang pelayaran, antara PT Humpuss dan PT Pilog. Berkas penyidikan kasus ini, dinyatakan KPK telah rampung atau P21 pada Kamis (24/7/2019) lalu.

“Benar dilakukan pelimpahan untuk kasus suap pelayaran antara PT PILOG Dengan PT HTK, pelimpahan berkas dan barang bukti atas nama tersangka BSP dan IND ke penuntutan atau tahap dua,” kata Plt. Jubir KPK, Yuyuk, Kamis.

Dalam kasus itu, Bowo ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan anak buahnya dari unsur swasta, yakni Indung (IND) dan Marketing Manager PT Humpuss.
Selain kasus tersebut, Bowo juga diduga menerima gratifikasi yang bersumber dari pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Meranti dan Permendag Gula Rafinasi.

Untuk kasus yang terkait dengan Permendag Gula Rafinasi, KPK telah berulang kali memanggil Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita, tapi Enggar tak kunjung hadir memenuhi panggilan.

Sehingga, kata Febri, pintu untuk memberi keterangan di proses penyidikan sudah tertutup.

Tertutupnya kesempatan tersebut, ditegaskan Febri, juga berlaku untuk semua, saksi yang pernah alpa saat dipanggil KPK. Tak terkecuali bagi mantan Bendum Partai Demokrat, Nazaruddin dan saudaranya M. Nasir, wakil ketua Komisi VII DPR RI.

Seperti diberitakan sebelumnya, KPK pernah memanggil Nazaruddin dan 2 saudara kandungnya, yakni Muhajidin (politisi Gerindra) dan M. Nasir. Dari ketiga orang itu, hanya M. Nasir yang pernah memenuhi panggilan KPK.

KPK mencoba menggali keterangan soal DAK Meranti dari tiga orang itu. Bagaimana proses lanjutan dari dugaan gratifikasi terkait DAK Meranti ini. Febri menegaskan,”(sudah selesai, red) penyidikan untuk tersangka BSP,”.

Dalam kasus yang menjerat Bowo Sidik Pangarso ini, KPK juga pernah memanggil mantan sopir Nazaruddin, Aan Ikhyaudin yang kini Komisaris Utama PT. Fahreza Duta Perkasa. (*/dr)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.