Tuesday, 20 August 2019

Merespons Mahfud, BIN: Tidak Ada Istilah TNI Kecolongan

Merespons Mahfud, BIN: Tidak Ada Istilah TNI Kecolongan

Foto: Enzo Zenz Allie yang lahir di Prancis, pindah ke Indonesia pada usia 13 tahun setelah ayahnya meninggal dunia. Enzo juga diketahui fasih berbicara empat bahasa yaitu bahasa Prancis, bahasa Inggris, bahasa Arab, dan bahasa Indonesia. | Sumber (instagram/tni_angkatan_darat)

Jakarta, Swamedium.com — Juru Bicara Badan Intelijen Negara (BIN), Wawan Purwanto mengatakan, dalam kasus Enzo, TNI tidak bisa dikatakan kecolongan. Enzo telah lolos dalam serangkaian tahapan seleksi yang panjang seperti wawancara, mental, ideologi, fisik, jasmani, kesehatan jiwa, psikotes dan lainnya.

“Nah karena viral saat diwawancari oleh Panglima TNI (Marsekal Hadi Tjahjanto), terus ada keingintahuan orang-orang, ini persoalan beda,” kata Wawan usai diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (10/8).

Secara prinsip, kata Wawan, Enzo lolos dalam tahapan seleksi sehingga dengan demikian tidak bisa dikatakan bahwa TNI kecolongan.

Kendati demikian, BIN akan menindaklanjuti dengan melakukan penelitian mendalam soal latar belakang Enzo. BIN, tegas Wawan, tidak mau terjebak kepada asumsi apalagi fitnah.

“Karena semuanya kan tidak lantas menjudge ini pasti salah ini pasti benar kan tidak. Tentu ada pertimbangan banyak sisi. Manusia pasti ada sisi positif, negatif,” pungkas Wawan.

Sebelumnya, Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Mahfud MD menyebut TNI kecolongan dalam proses seleksi penerimaan WNI keturunan Prancis, Enzo Zenz Allie.

Mahfud berpandangan, TNI dikenal sebagai sebuah lembaga yang sangat ketat dalam proses rekrutmen anggota. Masuknya Enzo yang diduga terpapar radikalisme ini menjadi bentuk TNI kecolongan.

Sumber: RMOL

Related posts

Comments on swamedium (2)

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (2)