Tuesday, 20 August 2019

Mengenal Asal-Usul Istilah Qurban

Mengenal Asal-Usul Istilah Qurban

Foto: Om Bob (kiri-kaus abu-abu) dan Denni Risman, pemimpin redaksi Swamedium.com (kanan-kaus lengan biru) sedang menyortir daging kurban yang akan dibagikan. (Joko/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Mengutip buku Fiqih Qurban yang diampu oleh anggota Majelis Fatwa Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (Dewan Dakwah), Ustaz Syamsul Bahri menjelaskan, istilah qurban yang selama ini banyak dipakai oleh ummat Islam di Indonesia, sebenarnya memiliki makna yang luas, sedang sembelihan pada harl raya ldul Adha punya makna khusus. Yaitu hadyu bagi jama’ah haji tamattu’ dan qiran di tanah-suci, dan udlhiyyah bagi jamaah di tanah-air.

Artinya hukum qurban berlaku untuk semua orang Islam, baik mukimin maupun musafir, penduduk setempat maupun pendatang. Secara bahasa, qurban tidak mesti dengan binatang, sedang udlhiyyah mesti dengan binatang tertentu yang disembelih pada waktu tertentu sesuai tuntunan syari’at.

Karena itu, literatur klasik tampaknya lebih banyak menyebut udlhiyyah daripada qurban. Dalam pemakaiannya, istilah qurban temyata malah banyak digunakan oleh kitab suci agama lain.

Beberapa sumber menyebutkan, istilah qurban atau ldul Qurban yang diserap oleh bahasa Indonesia pada mulanya terpengaruh oleh dialektika orang Persia atau Afghanistan. Di sana Idul Adha populer dengan sebutan Eyde Ghorban atau Id Qorban.

Hal ini dapat dimengerti, karena jalur penyebaran Islam di Indonesia memang banyak terpengaruh oleh dialektika Persia. Seperti istilah ibadat, sholat, zakat. Jarang dibunyikan dengan ibadah, sholah, zakah dan sebagainya seperti dialeknya orang Hijaz. Berangkat dari penjelasan ini, maka buku ini pun akhirnya memakai istilah qurban.

Meskipun secara bahasa qurban tidak mesti dengan hewan sembelihan, namun ummat Islam di tanah-air tetap memaknai qurban secara khusus sebagai sembelihan hari raya ldul Adha. Qurban secara bahasa memiliki banyak saluran, bisa melalui jalur sholat, jalur amal taat, sedekah dan sejenisnya. lntinya tidak melulu binatang.

Pages: 1 2 3

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)