Tuesday, 20 August 2019

Penerapan Hukum Amburadul, Jadi Alasan Munculnya KCHI

Penerapan Hukum Amburadul, Jadi Alasan Munculnya KCHI

Jakarta, Swamedium.com – Carut marutnya Hukum di Indonesia menjadi alasan Yayasan Komunitas Cendekiawan Hukum Indonesia (KCHI) untuk ikut andil dalam perbaikan hukum tersebut.

Wadah ini merupakan gabungan dari para notaris/PPAT, advokat, akademisi, serta bidang-bidang hukum lainnya yang menginginkan adanya perubahan hukum di Indonesia.

“Sebagai ideologi bangsa, Pancasila harus menjiwai seluruh sendi kehidupan, termasuk dunia hukum. Dengan Pancasila, maka Indonesia bisa memgakomodir semua perbedaan yang ada,” kata Ketua IKA FH Undip Arif Hidayat.

Sementara itu, Eva Damayanti Ketua Yayasan KCHI menjelaskan, yayasan ini didirikan oleh orang-orang dengan latar belakang profesi hukum yang berbeda, mulai dari advokat, notaris/PPAT, akademisi, hakim, dan sebagainya.

Salah satu upaya yang akan dilakukan antara lain, memfasilitasi dan mengakomodir para intelektual–khususnya di dunia hukum–dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0 dan menunjang program kemudahan pemerintah dalam kaitan easy doing business.

Adapun visi yang diemban adalah turut serta mencerdaskan kehidupan berbangsa dan negara lewat sumbangsih pemikiran dan aksi nyata. Sementara misinya menjalin kerjasama dengan lembaga-lembaga pendidikan/negara, lembaga masyarakat, mengadakan seminar, dialog interaktif, pengkajian, penyuluhan kepada masyarakat.

“Diharapkan dengan kehadiran yayasan ini mampu memberikan kepastian hukum, keadilan, dan kemanfaatan bagi masyarakat,” imbuh Eva.

Dilokasi yang sama Ali Abdullah Moda salah satu Ketua yang juga seorang advokat ini mengatakan, sebagai praktisi hukum kita punya tanggung jawab untuk turut serta mengambil bagian pada perbaikan hukum di Indonesia lewat banyak cara.

Ali Abdullah sendiri berharap semakin banyak advokat yang bisa bergabung dalam yayasan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap perbaikan hukum di Indonesia.

Sementara itu, Pendiri sekaligus Pembina KCHI Otty Hari Chandra Ubayani Panoedjoe, SH., Sp.N., MH., mengatakan, pembentukan wadah ini merupakan hasil perenungan bersama mengenai wajah hukum di Indonesia saat ini. “Faktanya, masih banyak hal yang perlu dibenahi, baik dari sisi produk hukum maupun penerapannya. Disinilah peran penting dari para cendikiawan hukum di Indonesia,” ujar Otty.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)