Senin, 26 Juli 2021

Cara Aman Mengajak Anak Ikut Kegiatan Alam

Cara Aman Mengajak Anak Ikut Kegiatan Alam

Foto: Ilustrasi (swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Mungkin bagi sebagian orang, bepergian dari tempat tinggal mereka amatlah merepotkan, sebab bakal, jauh dari kata ‘nyaman’ berbeda, saat kondisinya sedang berada didalam ruangan rumah dan lingkungan sekitar.

Banner Iklan Swamedium

Namun, jangan disangka. Bicara soal rasa, kegiatan diluar ruang seyogyanya, amatlah menyenangkan. Terlebih perjalanan berkegiatan di alam bebas, jika turut serta mengajak si buah hati.

Nah, dalam rangkaian tulisan ini, ada beberapa tips jitu bagi orangtua yang ingin berpetualang membawa anak melakukan aktifitas di alam bebas.

Berikut diantaranya ;
1. Himpun data dan informasi akurat
2. Estimasikan waktu (sedari mulai hingga akhir selama perjalanan)
3. Bawa serta standard peralatan perjalanan pribadi dan anak, juga cadangannya (penerangan, perlengkapan komunikasi, perlengkapan tahan air dan hangat, juga perlengkapan masak, serta perlengkapan istirahat)
4. Bawa bekal logistik berkalori kesukaan anak anda secukupnya
5. Bawalah obat obatan pribadi dan anak anda, juga peralatan medis dasar penunjang bagi si buah hati
6. Persiapkan fisik dan mental diri anda dan latih anak anda agar peka terhadap lingkungan baru
7. Siapkan peralatan kebersihan dan ibadah pribadi dan anak anda
8. Sertakan benda kesayangan anak agar anda dapat mengkontrol kondisinya terlebih disaat anak anda rewel, tak nyaman
9. Catat dan dokumentasikan pelbagai hal penting dan menarik dari moment perjalanan-Mu.

Itulah sedikit, tips dari kami, untuk para orangtua yang ingin membawa anaknya dalam aktifitas luar ruang dan berkegiatan di alam bebas.

Agustus, bulan kemerdekaan, hari lahirnya bangsa Indonesia, saat ini tepat berusia ke-74 tahun, sebagai wujud penghormatan atas peristiwa besar, yakni deklarasi kemerdekaan yang lalu, kami mengajak pembaca, agar bersama-sama dapat mengisi goresan sejarah kebanggaan itu, dengan beragam kegiatan yang mempunyai nilai-nilai positif.

Izinkan kami, kaum muda, terdiri dari pelbagai komponen, lintas komunitas, ingin mengadakan kegiatan kemping bersama, supaya lebih mengenali Tanah Air yang Elok, juga bertujuan menjejaki kearifan lokal budaya setempat dengan turut serta membawa anak anak generasi penerus bangsa.

Hadir dari besutan tangan para penggiat alam Selatan Ibukota, kegiatan ini diberi nama “Family Camp Gn. Bunder Kawah Ratu” bertemakan ‘Bakar SemangatMu’ Nantinya, Pelaksanaan acara ini dimulai pada Sabtu hingga Ahad (24-25/08/2019), Bertempat diareal lahan perkemahan, Vila Panorama 2, Kawah Ratu, Gn. Bunder, Pamijahan, Bogor, Jawa Barat.

Konsep sajian acaranya cukup sederhana, sekadar ramah tamah terhadap sesama, dilanjut diskusi menarik jelang senja, di areal lingkungan perkebunan nan luas, terdapat pohon pohon pinus dan cemara, tampak mengitari area.

Intinya, semua dijembatani agar bisa membaur bersama, sedikitnya 50 pasang tenda dan 1 tenda utama dengan tatak letak yang telah diatur sedemikian rupa berikut hiasan pernak perniknya dirancang khusus untuk acara. Hal itu, dimaksudkan agar dapat menyemarakan acara, guna menambah keakraban ditengah dinginnya suhu dan terpaan udara ketinggian.

Bagi yang membawa anak, tak perlu risau, diareal kemping yang telah ditentukan, terdapat pendopo sebagai tempat bermain anak dan ruang-ruang cukup luas lainnya, yang bisa digunakan untuk kejadian tak diinginkan.

Tiba saatnya dihari pelaksanaan, kegiatan kemping bersama ini, resmi akan dibuka pada Sabtu (24/08) pukul 15.00 WIB. Sesampainya diareal perkemahan seluruh keluarga berikut awaknya akan diarahkan oleh fasilitator. Kemudian, seluruhnya mendapat pendataan ulang bagi para unit keluarga beserta anak yang dibawa. Hal tersebut dilakukan untuk penempatan penggunaan tenda-tenda perkemahan masing masing.

Setelah pendataan selesai, lalu akan ada sesi berfoto bersama, pendokumentasian awal kegiatan, untuk mengabadikan momen turunnya matahari, biasa dikenal dengan sebutan sunset. Lantas, para keluarga diarahkan untuk mengisi tenda-tenda yang telah ditentukan, guna untuk persiapan memasuki rundown selanjutnya.

Memasuki waktu malam, para keluarga akan disiapkan permainan seru diperuntukan bagi anak anak, sebagai hiburan pertama. Selesai jamnya, jelang waktu orang dewasa, anak anak diperkenankan agar dapat memasuki tenda tenda supaya bisa beristirahat.

Chapter berikutnya, fasilitator membuatkan api unggun, ditujukan untuk menambah semaraknya suasana, ditemani seduhan minuman hangat khas buatan para keluarga, dan diselingi iringan musik akustikan demi mengentalkan frekuensi sesama. Menuju jam kecil, para keluarga diperkenankan menikmati malam, Sekaligus bakar bakaran ringan, seperti jagung dan umbi umbian yang telah disiapkan untuk para keluarga.

Memasuki waktu pagi, menuju ke perjalanan objek wisata kawah ratu pada Ahad (25/08) 06.00 WIB, para keluarga dibangunkan guna melakukan bermacam persiapan dan menyantap sarapan bersama, juga sedikit peregangan olah tubuh. Karena kegiatan ini yang paling krusial, bisa menghabiskan energi dan menyita fisik para keluarga berikut anak anak yang dibawanya.

Perjalanan ke kawah ratu paling sedikit menghabiskan waktu sekira tiga jam. Perkiraan fasilitator, nantinya memakan waktu enam jam berangkat-kembali. Perjalanan diawali dengan jalan tanah yang melebar, sekira 15 menit lamanya berjalan, beriringan bersama, barulah didapati jalan yang disisi sisinya, terhampar pemandangan hutan pinus dan pohon cemara khas kaki Gn. Bunder yang merupakan pintu masuk Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Kemudian, setelah melewati batas hutan pinus ditambah tiga puluh menit diperjalanan awal, selanjutnya, para keluarga akan dijejali jalan tanah sempit yang hanya setapak juga sedikit berbatu. Dijalan ini, akan menguras waktu cukup lama dan akan menghabiskan energi juga fisik para keluarga serta anak anak, dengan trek jalur yang berliku dan agak menanjak.

Nantinya akan ditemui papan simpangan jalan yang bertuliskan nama nama objek wisata, dilokasi ini terdapat air terjun. Sebanyak, dua air terjun, familiar dikenal dengan nama, curug Cigamea dan curug Pangeran.

 

Selain itu, bakal didapati pos pendakian menuju ke puncak Gn. Salak, untuk sampai ke puncak Gunung, trek jalurnya cukup sulit, tak ada trek landai yang umum dianggap para penggiat merupakan ‘bonus perjalanan’ karena dijalur ini semuanya menanjak, curam, dengan tingkat kemiringan hingga 45° dari tanah landai.

Setelah menyita waktu cukup lama, tiga jam lamanya perjalanan, tibalah dijalur bebatuan krikil, dijalur ini tampaknya para fasilitator mesti waspada terhadap rombongan yang dibawanya, harus jalan beriringan, tak putus dan tak henti. Semuanya harus lebih berhati hati dalam melangkah, terlebih berkenaan dengan para perempuan dan anak yang dibawanya.

Hal ini disebabkan jalurnya yang terbuka juga terdapat titik titik sumber air panas khas kawah bergolak. Beraroma sangat menyengat dari sulfur belerang, jika kaki telah terhujam dijalur itu, disitulah, tanda bahwa, rombongan telah sampai di persinggahan, tujuan destinasi perjalanan yakni kawah ratu. (jok)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita