Selasa, 11 Mei 2021

‘Bakar Semangatmu’, Pencinta Alam Lintas Komunitas Gelar “Family Camp”

‘Bakar Semangatmu’, Pencinta Alam Lintas Komunitas Gelar “Family Camp”

Jakarta, Swamedium.com — Agustus, bulan kemerdekaan, hari lahirnya bangsa Indonesia, saat ini tepat berusia ke-74 tahun, sebagai wujud penghormatan telah terjadinya peristiwa besar, yakni proklamasi kemerdekaan, kami mengajak pembaca, agar bersama-sama dapat mengisi goresan sejarah kebanggaan itu, dengan beragam kegiatan yang mempunyai nilai-nilai positif.

Banner Iklan Swamedium

Izinkan kami, kaum muda, terdiri dari pelbagai komponen, lintas komunitas, ingin mengadakan kegiatan kemping bersama, supaya lebih mengenali Tanah Air yang elok, juga bertujuan menjejaki kearifan lokal, budaya setempat, dengan turut serta membawa anak anak generasi penerus bangsa.

Hadir dari besutan tangan para penggiat alam Selatan Ibukota, kegiatan ini diberi nama “Family Camp Gunung Bunder Kawah Ratu” bertemakan ‘Bakar Semangatmu’. Pelaksanaan acara ini dimulai pada Sabtu hingga Ahad (24-25/8/2019), Bertempat diareal lahan perkemahan Vila Panorama 2, Kawah Ratu, Gn. Bunder, Pamijahan, Bogor, Jawa Barat.

Konsep sajian acaranya cukup sederhana, sekadar ramah tamah terhadap sesama, dilanjut diskusi menarik jelang senja, di areal lingkungan perkebunan nan luas, terdapat pohon pohon pinus dan cemara, tampak mengitari area.

Intinya, semua bakal dijembatani agar bisa membaur bersama, sedikitnya 50 pasang tenda dan 1 tenda utama dengan tata letak yang telah diatur sedemikian rupa berikut hiasan pernak perniknya dirancang khusus untuk acara. Hal itu, dimaksudkan agar dapat menyemarakan acara, guna menambah keakraban ditengah dinginnya suhu dan terpaan udara ketinggian.

Bagi yang membawa anak, tak perlu risau, diareal kemping yang telah ditentukan, terdapat pendopo sebagai tempat bermain anak dan ruang-ruang cukup luas lainnya, yang bisa digunakan untuk kejadian tak diinginkan.

Tiba saatnya dihari pelaksanaan, kegiatan kemping bersama ini, resmi akan dibuka pada Sabtu (24/8) pukul 15.00 WIB. Sesampainya diareal perkemahan, nantinya, seluruh keluarga akan diarahkan oleh fasilitator. Kemudian, seluruhnya mendapat pendataan ulang bagi para keluarga beserta anak yang dibawa. Hal tersebut dimaksudkan untuk penempatan penggunaan tenda-tenda tempat sementara berkemah.

Setelah pendataan selesai, lalu akan ada sesi foto bersama, sebagai pendokumentasian awal kegiatan, untuk mengabadikan momen turunnya matahari, biasa dikenal dengan sebutan sunset. Lantas, para keluarga diarahkan untuk mengisi tenda-tenda yang telah ditentukan, guna untuk persiapan memasuki rundown selanjutnya.

Memasuki waktu malam, para keluarga akan disiapkan permainan seru, permainan ala ala tersebut diperuntukan bagi anak anak, sebagai hiburan pertama. Selesai jamnya, jelang waktu orang dewasa, anak anak diperkenankan agar dapat memasuki tenda tenda supaya bisa beristirahat.

Chapter berikutnya, fasilitator membuatkan api unggun, guna menambah semaraknya suasana, ditemani seduhan minuman hangat khas buatan para keluarga, sembari diselingi iringan musik akustikan demi mengentalkan frekuensi sesama. Menuju jam kecil, para keluarga diperkenankan menikmati malam, Sekaligus bakar bakaran ringan, seperti jagung dan umbi umbian yang telah disiapkan untuk para keluarga.

Foto: Ilustrasi (swamedium)

Memasuki waktu pagi, menuju perjalanan ke objek wisata kawah ratu pada Ahad (25/8) pukul 04.30 WIB, para keluarga dibangunkan guna melakukan ibadah sholat subuh, dan bermacam persiapan setelah itu, dapat menyantap sarapan bersama, juga ada sedikit peregangan olah tubuh. Karena kegiatan ini yang paling krusial, dapat menghabiskan energi dan menyita fisik para keluarga berikut anak anak yang dibawanya.

Perjalanan ke kawah ratu paling sedikit menghabiskan waktu sekira tiga jam. Perkiraan fasilitator, nantinya memakan waktu enam jam berangkat-kembali. Perjalanan diawali dengan jalan tanah yang melebar, sekira 15 menit lamanya berjalan, beriringan bersama, barulah didapati jalan yang disisi sisinya, terhampar pemandangan hutan pinus dan pohon cemara khas kaki Gn. Bunder, yang merupakan pintu masuk Taman Nasional Gunung Halimun Salak menuju Puncak Gunung Salak.

Kemudian, setelah melewati batas hutan pinus ditambah tiga puluh menit diperjalanan awal, selanjutnya, para keluarga akan dijejali jalur tanah yang sempit, hanya setapak juga ada sedikit bebatuan. Dijalur ini, akan menguras waktu cukup lama dan akan menghabiskan energi juga fisik para orangtua terlebih anak anak, dengan trek jalur yang berliku dan agak menanjak.

Akan ditemui papan simpangan jalan yang bertuliskan nama nama objek wisata, dilokasi ini terdapat air terjun. Sebanyak, dua air terjun, familiar dikenal dengan nama, Curug Cigamea dan Curug Pangeran.

Selain itu, bakal didapati pos pendakian menuju ke puncak Gn. Salak, untuk sampai ke puncak Gunung, trek jalurnya cukup sulit, tak ada trek landai yang umum dianggap para penggiat merupakan ‘bonus perjalanan’ karena dijalur ini semuanya menanjak, curam, dengan tingkat kemiringan hingga 45° dari tanah landai.

Setelah menyita waktu cukup lama, tiga jam lamanya perjalanan, tibalah dijalur bebatuan kerikil, dijalur ini tampaknya para fasilitator mesti waspada terhadap rombongan yang dibawanya, harus jalan beriringan, tak putus dan tak henti. Semuanya, harus lebih berhati hati dalam melangkah, terlebih berkenaan dengan para perempuan dan anak yang dibawanya.

Hal ini, disebabkan jalurnya yang terbuka juga terdapat titik titik sumber air panas khas kawah bergolak. Beraroma sangat menyengat dari sulfur belerang, jika kaki telah terhujam dijalur itu, disitulah, tanda bahwa, rombongan telah sampai di persinggahan, tujuan destinasi perjalanan yakni kawah ratu. (jok)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita