Friday, 20 September 2019

Habib Hamid Algadri, Perancang Lambang Negara Indonesia

Habib Hamid Algadri, Perancang Lambang Negara Indonesia

Jakarta, Swamedium.com — Banyak warga masyarakat yang belum mengetahui, bahwa Perancang Lambang Negara Indonesia, Garuda Pancasila adalah seorang Habib, yaitu Habib Hamid Algadri.

Sultan Hamid II, lahir dengan nama Syarif Abdul Hamid Alkadrie (Algadri), adalah seorang Habib, Dzurriyah Rasulullah SAW yang sangat berjasa dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia asal Pontianak dan sangat dicintai dan dibanggakan oleh masyarakat Kalimantan Barat.

Beliau adalah putra sulung Sultan Pontianak ke-6, Sultan Syarif Muhammad Alkadrie[1] (lahir di Pontianak, Kalimantan Barat, 12 Juli 1913 – meninggal di Jakarta, 30 Maret 1978 pada umur 64 tahun) adalah Perancang Lambang Negara Indonesia, Garuda Pancasila.[2] Dalam tubuhnya mengalir darah Arab-Indonesia. Ia beristrikan seorang perempuan Belanda kelahiran Surabaya, yang memberikannya dua anak yang sekarang tinggal di Negeri Belanda.

Biodata:

Sultan Hamid II Syarif Hamid Alkadrie

Masa kekuasaan: 1945 – 1978
Lahir: 12 Juli 1913
Tempat lahir: Kesultanan Pontianak Pontianak, Hindia Belanda
Wafat: 30 Maret 1978 (umur 64)
Tempat wafat: Jakarta, Indonesia
Pendahulu: Sultan Syarif Thaha
Pengganti: Sultan Syarif Abubakar
Pasangan: Didi van Delden
Wangsa: Wangsa Alkadrie
Ayah: Sultan Syarif Muhammad
Anak: 2
Agama: Islam

Kehidupan awal

Sampai usia 12 tahun, Hamid dibesarkan oleh ibu angkat asal Skotlandia Salome Catherine Fox dan rekan ekspatriatnya asal Inggris Edith Maud Curteis.[3] Salome Fox adalah adik dari kepala sebuah firma perdagangan Inggris yang berbasis di Singapura. Di bawah asuhan mereka, Hamid menjadi fasih berbahasa Inggris. Pada tahun 1933, Salome Fox meninggal namun Hamid masih tetap berhubungan dengan rekannya Curteis.[3]

Syarif Abdul Hamid menempuh pendidikan ELS di Sukabumi, Pontianak, Yogyakarta, dan Bandung. HBS di Bandung satu tahun, THS Bandung tidak tamat, kemudian KMA di Breda, Belanda hingga tamat dan meraih pangkat letnan pada kesatuan tentara Hindia Belanda.

Pages: 1 2 3 4 5

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)