Friday, 20 September 2019

Ketika Ulama Membenarkan Kezaliman Penguasa dan Umat Diam Melihat Kezaliman Penguasa

Ketika Ulama Membenarkan Kezaliman Penguasa dan Umat Diam Melihat Kezaliman Penguasa

Uus Rusad.

Jakarta, Swamedium.com — Siapa yang membuat umat Islam diam melihat kezoliman dan kemunkaran penguasa yang begitu nyata membenci Islam?

Siapa yang membuat umat Islam tidak tersentuh melihat umat Islam di negeri lain dibantai, tidak merasakan seperti satu tubuh?

Siapa yang membuat umat Islam tidak mendukung para pejuang dan perjuangan penegakkan khilafah sebagai bagian dari ajaran Islam?

Siapa yang menyebabkan umat Islam seolah ridho penguasa berbuat zolim dengan sikap diam umat melihat kezoliman? Bukankah sama saja dengan berbuat zolim saat diam melihat kezoliman?

Siapa yang harus bertanggung jawab atas kondisi umat Islam yang diam dan permisif melihat kezoliman penguasa?

Jika kalian tetap diam membiarkan penguasa berbuat zolim tingkat dewa,
bahkan menganggap negeri ini baik-baik saja, dan negeri ini dianggap sudah menerapkan syariat Islam, sungguh berlipat dosa kalian, wahai para pewaris Nabi yang mabuk berat oleh jabatan dan kekayaan!

Umat Islam kalian biarkan sibuk urus dunia. Kalian biarkan umat menutup mulut, mata, dan telinga terhadap kenyataan penguasa yang nyata benci Islam dan ingin habisi umat Islam.

Kalian malah membela rezim dengan dalih NKRI sudah bersyariah hanya karena negeri ini sudah banyak embel-embel syariah; bank syariah, pegadaian syariah, hotel syariah, kolam renang syariah, dan seterusnya. Namun, saat bersamaan, kalian biarkan penguasa legalkan miras, judi, zina, dan riba.

Apakah kalian sudah disumpal bantuan dan hadiah karena sering dikunjungi dan mengunjungi penguasa, sehingga dosa-dosa besar rezim kalian anggap sebagai kebaikan?

Kemaksiatan yang lahir dari sistem kufur, kalian bela habis-habisan dengan dalih, hanya karena ada musyawarah, demokrasi tidak bertentangan dengan Islam.

Pages: 1 2 3

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)