Friday, 20 September 2019

Surat Terbuka untuk “Haters” Ulama dan UAS

Surat Terbuka untuk “Haters” Ulama dan UAS

Foto: Tengku Zulkifli Usman. (Dok. pribadi)

Jakarta, Swamedium.com — Jangan pernah memanfaatkan keadaan untuk terus mencari kesalahan oposisi terutama para ulama.

Jangan pernah suka memanfaatkan keadaan dimana kalian hidup di rezim ini yang tidak peduli umat islam dan suka menyebut islam adalah radikal.

Jangan pernah memanfaafkan kondisi negara saat ini yang dipimpin oleh kalangan islamophobia, lalu anda melanjutkan persekusi ulama.

Pelaporan UAS ke polisi karena ceramah yang dianggap menghina kristen adalah salah alamat, gegabah, dan dilakukan dengan kebodohan maksimal.

Pelaporan UAS ke polisi menunjukkan langkah yang tergesa gesa dan gegabah, karena sejatinya selama ini kebencian anda kepada islam sudah disimpan lama, namun belum ketemu momentumnya.

Pelaporan UAS ke polisi menunjukkan anda merasa kuat karena merasa satu DNA dengan rezim yang bekuasa, meresa ada yang membela.

Pelaporan UAS ke polisi dengan bukti ceramah untuk internal umat islam adalah langkah mencari cari kesalahan yang menunjukkan kebodohan luar biasa dari pihak anda sebagai pelapor.

Pelaporan UAS ke polisi hanya akan menyibak wajah busuk anda selama ini yang sangat membenci islam, karena anda menghina islam didalam gereja gereja terasa belum cukup.

Pelaporan UAS ini adalah sikap arogansi kaum minoritas yang tidak tau diri dan tidak tau malu, ini mungkin karena kaum mayoritas terlalu baik kepada mereka selama ini.

Ormas ormas kristen yang melakukan pelaporan UAS ke polisi bisa disebut ormas kristen radikal yang dibalut dengan kebodohan luar biasa.

Kalau anda gagal paham soal ceramah orang islam, maka bagusnya anda belajar lagi kepada pendeta pendeta anda, anda sekolah lagi soal teologi, jadi bagusnya ke sekolah bukan ke polisi. Jangan sampai sudah kafir bodoh pula.

Pages: 1 2 3

Related posts

Comments on swamedium (1)

1 Comment

  1. Anonymous

    baguslah.
    penyebutan kafir bagi agama lain,cek.
    ironi di tulisan, cek.
    -tambahan
    waktu kecil ngisi pertanyaan LKS agama bagian hidup dengan agama lain bisa,terus apa sekarang?

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (1)