Wednesday, 13 November 2019

Catatan Hukum: Kriminalisasi Sistemik terhadap Ustaz Abdul Somad

Catatan Hukum: Kriminalisasi Sistemik terhadap Ustaz Abdul Somad

Pertama, materi laporan sama yakni mempersoalkan konten unggahan berisi pengajian UAS yang menjawab pertanyaan jemaah soal salib. Padahal, pengajiannya itu terjadi tiga tahun silam. Baik perkara yang dilaporkan di Polda NTT, Polda Metro Djaya dan Mabes Polri materinya sama.

Kedua, pihak pelapornya dari entitas atau kelompok masyarakat yang relatif sama, yakni setidaknya mewakili etnis yang terasosiasi dengan agama tertentu, bahkan diwakili oleh komunitas yang mengatasnamakan kepentingan Kristen dan katholik.

Di polda NTT UAS dilaporkan oleh segelintir orang yang menamakan diri Ormas Brigade Meo. Di Polda Metro Djaya UAS dilaporkan perkumpulan masyarakat batak, Horas Bangso Batak (HBB) sementara di Mabes Polri UAS dilaporkan oleh Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI).

Ketiga, pasal yang dilaporkan sama yakni tuduhan melakukan penodaan agama sebagaimana diatur dalam pasal 156a KUHP.

Keempat, waktu pelaporan yang relatif sama, setidaknya pada hari dan tanggal yang sama yakni pada senin 19 Agustus 2019.

Kelima, mulusnya laporan yakni sikap kepolisian di tiga Wilayah hukum yakni Polda NTT, Polda metro Djaya dan Mabes Polri yang langsung menerbitkan bukti laporan. Padahal, dalam banyak kasus Polri biasanya rigid dan selektif menerima laporan.

Prof Suteki saja yang melaporkan Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum., Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ke Polda Jateng atas dugaan perbuatan fitnah dan pencemaran nama baik hingga nyaris 2 bulan lebih bukti LP (laporan polisi) belum juga diterbitkan. Poisi berdalih sedang mengkaji materi laporan.

Dari lima alasan diatas, patut diduga kuat bahwa pelaporan UAS ini terkonsolidasi, bukan laporan yang sifatnya parsial dan insidental. Lebih jauh, patut diduga laporan ini adalah laporan yang terencana, terstruktur, dilakukan secara sistematis dan massif, mengingat pasca pembuatan laporan seluruh media koor memberitakannya.

Pages: 1 2 3 4 5

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.