Sunday, 15 December 2019

Papua itu Indonesia (bag. 3)

Papua itu Indonesia (bag. 3)

Foto: Ilustrasi (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Konferensi Meja Bundar (KMB). Sebuah pertemuan yang dilaksanakan di Den Haag, Belanda, dari 23 Agustus hingga 2 November 1949 antara perwakilan Republik Indonesia, Belanda, dan BFO (Bijeenkomst voor Federaal Overleg), yang mewakili berbagai negara yang diciptakan Belanda di kepulauan Indonesia.

Sebelum konferensi ini, berlangsung tiga pertemuan tingkat tinggi antara Belanda dan Indonesia, yaitu Perjanjian Linggarjati (1947), Perjanjian Renville (1948), dan Perjanjian Roem-Royen (1949). Konferensi ini berakhir dengan kesediaan Belanda untuk menyerahkan kedaulatan kepada Republik Indonesia Serikat.

Ada beberapa poin yang mengalami deadlock disini, salah satunya adalah penyerahan Irian Barat (Papua/West Irian/West Papua) kepada Republik Indonesia Serikat.

Indonesia berpedoman bahwa seluruh Hindia Belanda adalah wilayah Indonesia, termasuk Papua. Sedangkan Belanda mengatakan Papua bukan bagian kesepakatan karena dilihat dari etnisnya berbeda.

logikanya saja, Maluku dan NTT memiliki rumpun etnis yang sama kenapa mereka tidak keberatan, sedangkan Papua mereka enggan menyerahkan? berbicara etnis wilayah Indonesia memiliki etnis yang sangat beragam, bukan hanya rumpun Melayu saja, ada Melanesia dan Indochina juga… tidak bisa dipisahkan. berdasarkan wilayah Majapahit dan Hindia Belanda pada artikel sebelumnya… Papua masuk kedalam wilayah Indonesia. (*)

*Penulis: Alimul HS (penulis, jurnalis, konsultan media)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.