Minggu, 05 Juli 2020

Disertasi Seks Diluar Nikah dan Penjelasan UAS soal Dosa Zina

Disertasi Seks Diluar Nikah dan Penjelasan UAS soal Dosa Zina

Foto: Ustadz Abdul Somad sedang menyampaikan ceramah. (ist)

UAS mengungkapkan bahwa belum banyak yang paham jika dosa zina sangat berbahaya dan memberi pengaruh sampai pada anak-anaknya.

Hal ini yang diungkapkan UAS saat ada yang bertanya soal dosa zina, dalam pengajiannya, Juni 2018 lalu, seperti dilansir Tribun Makassar.

Begini penjelasan UAS:

Pezina laki-laki dan perempuan yang belum menikah dicambuk 100 kali.

Bagi pezina yang sudah menikah, hukumannya ditanam setengah badannya di tanah lalu dilempar batu sampai meninggal.

Namun, karena (di Indonesia) tidak menerapkan hukum Islam, maka tidak bisa diterapkan seperti itu.

Tetapi tetap melakukan tobat nasuha.

Saudara-saudara yang pernah terjerumus zina, segera melakukan shalat tobat, banyak-banyak mohon ampun kepada Allah.

Membuang kenangan yang buruk-buruk, fotonya, nomor handphone hapus semua.

Minta tolong kepada Allah.

Siapa saja yang bertobat, beriman, beramal sholeh, apa janji Allah?
Allah mengganti yang buruk-buruk dulu, menjadi kebaikan.

Dulu dia berzina kemudian wanita tersebut hamil lalu dinikahi, orang memang tidak tahu.

Kemudian lahir anak dari istrinya itu, pernikahannya sah dan tidak perlu diulang.

Tetapi efek setelah itu ada empat, setelah anak lahir tidak boleh memakai bin ayahnya.

Seandainya anak yang pertama laki-laki, lalu lahir kemudian adiknya perempuan, maka dia tidak bisa menjadi wali nikah bagi adik-adiknya karena tidak ada hubungan nasab.

Mereka hanya saudara seibu saja.
Lalu, jika ayah meninggal maka sang anak tidak dapat harta warisan.

Bila anaknya perempuan mau menikah, maka walinya bukan ayahnya tersebut.

Sehingga, harus melalui wali hakim.

Pages: 1 2

Related posts

1 Comment

  1. Anonim

    Sebentar lagi akan ada agama baru, di mana syahrur jadi tuhannya, abdul azis (mohon maaf sebenarnya ini nama yang mulia tapi sayang prmiliknya… akh sudahlah) jadi nabinya, disertasi “itu” jadi kitab sucinya, penguji “kitab suci” jadi malaikatnya, dan uin “itu’ jadi kiblatnya. Ampuni hamba… Ampuni hamba… Ampuni hamba… Ya Rabb

    Reply

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.