Friday, 20 September 2019

Menyedihkan, Bank Dunia Sebut RI Belum Bisa Jadi Global Player Mobil Listrik

Menyedihkan, Bank Dunia Sebut RI Belum Bisa Jadi Global Player Mobil Listrik

Foto: Mobil listrik jenis crossover karya Itenas ini menghabiskan biaya kurang lebih Rp1 Miliar. (Ariesmen/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Pemerintah punya rencana besar untuk menjadi pemain global di mobil listrik dalam 5 tahun mendatang. Namun keinginan tersebut sepertinya tidak akan bisa diwujudkan karena Indonesia kesulitan ekspor mobil listrik.

Hal ini merupakan hasil riset dari World Bank bertajuk ‘Global Economic Risks and Implications for Indonesia” yang dipublikasi pada awal bulan ini.

Dalam laporan tersebut, Indonesia tidak bisa ekspor mobil listrik karena tidak menjadi bagian dari rantai pasok global.

“Ekspor mobil perlu menjadi bagian dari rantai pasok terintegrasi di beberapa negara. Indonesia tidak terhubung ke sana,” jelas World Bank dalam risetnya, yang dikutip CNBC Indonesia, Rabu (4/9/2019).

Indonesia tidak masuk dalam rantai pasok global ekspor manufaktur dikarenakan beberapa alasan. Pertama, impor bahan baku untuk memproduksi barang ekspor terlalu mahal, memakan waktu dan diskresi non tarif yang terukur.

Kedua, ekspor tidak kompetitif karena mayoritas input dikenakan tarif impor. Contohnya tarif 15% untuk ban, 10% untuk kabel igniters, serta tarif 15% untuk kumparan dan baut.

Ketiga, Indonesia tidak memiliki tenaga ahli yang cukup dalam bidang Production Engineer, Process Engineer, Desain Engineer, Production Planning serta Inventory Control dan HR Manager.

Keempat, pembatasan Penanaman modal asing langsung atau Foreign Direct Invesment (FDI) karena aturan Daftar Negatif Investasi (DNI) yang membuat biaya logistik menjadi lebih tinggi dan kelistrikan lebih mahal dan masih belum bisa diandalkan ke timbang negara tetangga.

Ambisi RI di Mobil Listrik

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B Pandjaitan menuturkan, pemerintah tengah menyusun peta jalan agar Indonesia bisa menjadi pemain global (global player) dalam industri mobil listrik.

“Ini sedang disusun ya (peta jalannya), dan saya berharap kalau bisa dalam lima tahun ini kita sudah jadi global player dan itu tidak ada masalah,” ujar Luhut dalam wawancara dengan CNBC Indonesia, pekan lalu.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)