Thursday, 17 October 2019

Gabungan Operator TV Kabel Beberkan Kejahatan MNC Group

Gabungan Operator TV Kabel Beberkan Kejahatan MNC Group

Foto: Diskusi yang diselenggarakan Badan Koordinasi Nasional Lembaga Ekonomi Mahasiswa Islam Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (Bakornas LEMI PB HMI), Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) dan Pimpinan Pusat Pertahanan Ideologi Sarekat Islam (PP PERISAI)

Jakarta, Swamedium.com — Kejahatan korporasi telah terjadi hari ini sistem penyiaran di Indonesia,” ujar Candi Sinaga selaku Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gabungan Operator TV Kabel.

Hal itu disampaikan Candi dalam diskusi yang diselenggarakan oleh Badan Koordinasi Nasional Lembaga Ekonomi Mahasiswa Islam Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (Bakornas LEMI PB HMI), Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) dan Pimpinan Pusat Pertahanan Ideologi Sarekat Islam (PP PERISAI) dengan tema ‘Masa Depan Penyiaran Indonesia Dimata Pemuda dan Mahasiswa’ di Rumah Kebangsaan, Jalan Taman Amir Hamzah Nomor 2, Pengangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (17/9).

Candi menyebutkan dalam Undang-Undang tentang Penyiaran disebutkan bahwa pendapatan Lembaga Penyiaran didapat dari iklan dan usaha lain terkait dengan penyiaran, seperti mendirikan sekolah tinggi dengan kekhusuan yang berkaitan dengan penyiaran.

“Namun, yang terjadi sekarang adalah monompolistik grup usaha. Ada empat grup usaha raksasa yang mengusai lembaga penyiaran, dari hulu ke hilir. Seharusnya lembaga penyiaran fokus saja ke penyiarannya, bukan menyasar ke Lembaga Penyiaran Berbayar juga,” sesal Candi di hadapan puluhan peserta diskusi.

Ia menambahkan jika Gabungan Operator TV Kabel sudah mengadukan permasalahan monopolistik grup usaha ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). “Semua kami lakukan karena kami menilai bahwa sekarang dalam dunia penyiaran telah terjadi chaos karena dikuasai oleh sekelompok kecil masyarakat,” jelas Candi.

Sementara itu, Tri Andri Supriadi, pemateri dari Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) DKI Jakarta, mengatakan bahwa banyak permasalahan di dunia penyiaran, baik itu Lembaga Penyiaran Swasta dan Lembaga Penyiaran Berbayar.

“Namun, sekarang tantangan bagi industri penyiaran adalah harus menyesuaikan dengan Revolusi Industri 4.0. Kita harus mulai digitalisasi. Digitalisasi sangat penting kalau tidak industri penyiaran akan sangat tertinggal,” tambahnya.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.