Thursday, 17 October 2019

35 Tahun Tanah Dirampas PTPN IV, Delapan Warga Simalungun Lapor Jokowi

35 Tahun Tanah Dirampas PTPN IV, Delapan Warga Simalungun Lapor Jokowi

Bogor, Swamedium.com – Gabungan Kelompok Tani Masyarakat Simalungun, Sumatera Utara yang berjumlah 8 orang datang ke Jakarta dengan maksud ingin bertemu ke Presiden Joko Widodo untuk mengadu mengenai permasalahan yang tengah menimpa selama 35 tahun tentang perampasan lahan perkebunan sawit seluas 1538 hektar oleh PT. Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV ) Medan Sumut dari Tahun 1965 s/d 2019.

Bapak Senen selaku Sekretaris Gabungan Kelompok Tani Masyarakat Simalungun mengatakan selama 35 tahun ini kelompok tani masyarakat Simalungun tidak pernah ditanggapi oleh Provinsi Sumatera Utara, dan ingin membuka kembali kasus yang sudah lama ini belum terselesaikan.

“Pada tahun 1967 lalu tanah tersebut dirampas kembali oleh pihak perusahaan, sementara tanah yang sudah dikerjain oleh masyarakat dilindungi oleh Undang-Undang Darurat no 8 tahun 1954.,” kata Senen, saat ditemui oleh Wartawan di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI, Sentul Bogor, Jumat (20/9).

Lebih jauh dia menjelaskan tanah itu dirampas oleh pihak perusahaan milik BUMN, dan kami sebagai kelompok tani simalungun diharuskan juga membayar pajak selama 35 tahun.

“Pada saat ini masyarakat penggarap tidak pernah mendapatkan tanah tersebut, sehingga Gabungan Kelompok Tani Masyarakat Simalungun menempuh jalan meminta pertolongan kepada pemerintah pusat pada tahun 2004. Pihak petani telah difasilitasi oleh DPR RI dan mengeluarkan surat keputusan Pansus DPR RI tahun 2004, yang dimana didalam hasil pansus DPR-RI sejak tahun 2004. Nomor : 031/RKM/Pansus Tanah/DPR-RI/2004.,” ujar Senen.

Dia juga menerangkan seharusnya ribuan hektar tanah sudah dilepas dari HGU PTPN IV sekitar 4.572 Hektar dan dibagikan kepada sekitar 520 KK melalui ketua kelompok tani sebagaimana dibawah ini :

1. Perkebunan Laras desa Nagori Tumorang kecamatan Gunung maligas sekitar 441 Ha.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.