Thursday, 17 October 2019

Kasus 22 Mei, 29 Pegawai Sarinah Divonis 4 Bulan Penjara

Kasus 22 Mei, 29 Pegawai Sarinah Divonis 4 Bulan Penjara

Puluhan pegawai Sarinah divonis 4 bulan penjara karena terbukti memberikan air kepada perusuh 21-22 Mei lalu. (CNNIndonesia)

Jakarta, Swamedium.com — Sebanyak 29 pegawai Sarinah yang menjadi terdakwa kasus kerusuhan 21-22 Mei 2019 divonis 4 bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat karena terbukti memberikan air kepada massa aksi untuk membasuh muka. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta menyayangkan putusan hakim tersebut.

Para pegawai Sarinah divonis 4 bulan penjara dikurangi masa tahanan. Vonis diberikan dalam sidang yang dihelat di PN Jakpus pada Kamis (19/9).

Para pegawai Sarinah akan bebas pada Senin mendatang (22/9). Mereka cepat mendapat udara segar karena telah ditahan sejak 22 Mei lalu sebagai tahanan.

Meski begitu, LBH Jakarta menganggap vonis yang diberikan hakim tetap memberi dampak negatif kepada para pegawai Sarinah. Terutama karena mereka akan mendapat status narapidana. Bakal ada konsekuensi tertentu, misalnya dalam mencari pekerjaan.

Pengacara publik dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta Oky Wiratama yang berikan pendampingan hukum kepada pegawai Sarinah juga menilai putusan hakim masih jauh dari keadilan. Oky yakin bahwa tindakan yang dilakukan para pegawai Sarinah, yakni memberikan air kepada pengunjukrasa, tidak bisa disebut tindak pidana.

“Putusan hakim masih jauh dari keadilan, karena hal ini menjadi preseden buruk bagi tindakan bantuan yang sama sekali tidak berhubungan dengan tindak pidana,” ucap Oky saat dihubungi, Kamis (19/9).

“Tindakan pembantuan (medelichtige) haruslah dimaknai memberikan pembantuan secara langsung,” lanjutnya.

Oky mengatakan bahwa majelis hakim mestinya cermat. Terutama dalam melihat alat dan prasarana lain yang digunakan massa aksi untuk menyerang petugas polisi.

Oky yakin para pengunjukrasa tidak menyerang petugas menggunakan air yang diberikan oleh pegawai Sarinah.

“Hakim tidak memperdulikan fakta persidangan yang membuktikan bahwa massa aksi menyerang Kepolisian dengan batu dan petasan, Bukan Air. Penerapannya akan tepat jika air yg diberikan oleh terdakwa ke massa aksi, lalu direbus oleh massa aksi dan massa aksi menyiram kepolisian dengan air tersebut,” ucap Oky.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.