Friday, 18 October 2019

Radikal dan Taliban

Radikal dan Taliban

Foto: Delegasi Taliban bersama Wapres Jusuf Kalla. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Sebenarnya taktik-taktik ini sudah dipakai pada saat Pilpres kemarin. Waktu itu pihak kampanyenye Jokowi menakut-nakuti bahwa kalau memilih lawannya maka Indonesia akan dikuasai oleh Islam radikal.

Sementara kubu lawannya juga tidak segan-segan memakai mantel yang dituduhkan. Tanpa tedeng aling-aling kubu Prabowo mengenakan baju Islam. Dia tahu persis bahwa Jokowi bisa dikalahkan dengan memakai isu Islam.

Kampanye ini sangat efektif. Untuk kedua belah pihak. Pihak minoritas ketakutan seperti orang berak dicelana. Pastur-pastur Katolik tanpa tahu malu mengkotbahkan kehancuran umat Katolik kalau memilih Prabowo. Pendeta-pendeta Protestan idem ditto. Di Bali isu identitas Hindu diteriakkan sedemikian rupa.

Suara kaum minoritas 90% lari ke Jokowi. Demikian pula dengan Prabowo. Dia sangat efektif memainkan isu identitas ini. Islam akan jaya dibawah kepresidenannya. Dukungan kaum Islam konservatif kepada Prabowo hampir sama seperti dukungan Kristen fundamentalis di Amerika terhadap Trump.

Saya perlu mengingatkan ini kembali karena kampanye model ini dipakai kembali. Terutama oleh pihak yang menang pemilu. Terutama untuk meloloskan agenda mereka yang dulunya mereka sembunyikan dari pemilih.

Apa yang kita lihat dalam beberapa minggu terakhir ini adalah sebuah pertunjukan dari sebuah taktik politik yang sama. Ini sama sekali tidak mengejutkan untuk saya. Belajar dari pengalaman, saya yakin seyakin-yakinnya periode kedua dari sebuah kepresidenan akan dipenuhi oleh korupsi. Presiden tidak akan menghadapi pemilihan lagi. Baik dia maupun pendukungnya tahu persis itu. Ini adalah periode berpesta tanpa perlu harus mencuci piring sesudahnya dan menghitung beaya-beaya pesta.

Sama seperti pada saat Pilpres, taktik awalnya adalah mengeruhkan air. Orang-orang sederhana tidak disodorkan rasional-rasional yang jernih. Sebaliknya mereka disodorkan fakta-fakta yang sudah sangat terdistorsi. Saya mendapat banyak pertanyaan dari kolega dan sahabat saya. Sesungguhnya debat KPK itu bagaimana sih? Katanya KPK dikuasai oleh Taliban ya?

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.