Kamis, 24 September 2020

Mencengangkan! Pengakuan Petugas Medis Soal Perlakuan Polisi

Mencengangkan! Pengakuan Petugas Medis Soal Perlakuan Polisi

Jakarta, Swamedium.com — Sejumlah unit ambulans milik Palang Merah Indonesia (PMI) disita kepolisian. Mereka dituduh polisi membawa batu dan molotov yang akan digunakan oleh massa dalam demo kemarin malam, Rabu (25/9).

Terkait kejadian ini, salah satu petugas PMI Jakarta Selatan, Dedet Mulyadi, menceritakan kronologinya.

Ambulan standby di menara BNI…. Ambulan pemprov termasuk 1 unit ambulan pmi

Awalnya kondisi aman….. Tiba2 pihak polisi melakukan represif ke pendemo….

Akibatnya semua pendemo yg ada di palmerah sebagian lari ke arah Pejompongan…. Dan dikejar oleh aparat…..

Efeknya beberapa pendemo masuk ke menara BNI beserta yg luka2…..

Ambulan menangani semua pasien yg luka…. Tiba2 polisi masuk juga ke menara BNI dan memukuli semua orang termasuk petugas medis, dan aparat juga masuk dan merusak ambulan yg ada dilokasi…..

Yg terjadi dgn ambulan PMI jakarta timur….. Ambulan dilempar batu oleh oknum polisi yg mengakibatkan kaca2 ambulan pecah….. Trusss diperiksa aparat dan tiba2 oknum aparat tersebut teriak ini ambulan ada batunya……

Akhirnya ambulan dan crew diamankan oleh mereka….

Krn tidak Terima dengan perlakuan aparat…..

Ambulan PMI sebanyak 6 unit dan quick respon PMI (motor) sebanyak 6 unit mendatangi pihak aparat…..

Walhasil mereka semua ditahan….. Dan HP mereka disita semua….. Sehingga saya tidak bisa berkomunikasi dgn mereka…..

Dan saya posisinya saat itu sedang berada di ATM, krn niat mau beli minum dan makan utk crew….. Kurang lebih 5-10 menit….. Saya sdh ditinggal oleh tim…..

Saat saya susul menggunakan motor…. Ambulan sudah tidak ada.

Akhirnya saya menyusuri jalan dari benhil masuk ke sudirman dan masuk arah tanah abang selanjutnya saya belok ke arah Pejompongan…..

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.