Jumat, 03 Juli 2020

Paman Jokowi Kalah Telak dari Sopir Minibus di Pilkades Hadiluwih Sragen

Paman Jokowi Kalah Telak dari Sopir Minibus di Pilkades Hadiluwih Sragen

Paman Presiden Jokowi, Wahjono (kanan) harus tumbang setelah dikalahkan pendatang baru lainnya, Kuswandi (kiri) yang berprofesi sopir.

Sragen, Swamedium.com — Pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak Kabupaten Sragen selesai digelar di 167 desa, Kamis 26 September 2019. Mayoritas hasil perolehan suara dan calon terpilih pun sudah diketahui selesai perhitungan suara.

Berbagai kejutan pun mewarnai hasil Pilkades kali ini. Selain tumbangnya banyak kades berlabel petahana, Pilkades kali ini juga diwarnai tumbangnya calon dengan latar belakang mentereng.

Salah satunya di Pilkades Hadiluwih, Kecamatan Sumberlawang. Salah satu calon yang notabene memiliki latar belakang kerabat Presiden Jokowi, Wahjono, ternyata harus menelan kenyataan pahit.

Paman Presiden Jokowi itu harus tumbang setelah dikalahkan pendatang baru lainnya, Kuswandi (40). Menariknya, Kuswandi hanya berlatar belakang sebagai sopir minibus dan berkarakter sederhana.

Berdasarkan hasil akhir rekapitulasi perolehan suara Pilkades Hadiluwih yang diterima Joglosemarnews.com, Wahjono yang mendapatkan nomor urut 2, hanya menduduki peringkat ketiga, dengan perolehan 803 suara. Ia harus mengakui keunggulan Kuswandi, dengan perolehan 1.087 suara.

Predikat mentereng paman Presiden yang melekat di belakang Wahjono, rupanya gagal mengantarnya menjadi pemenang. Padahal Kuswandi hanya bekerja di PO Hadi Mulyo, minibus kecil dengan trayek Pasar Legi – Sumber Lawang.

“Kuswandi warga asli Kedungdowo RT 5. Sejak kecil sudah jadi kernet bus. Lalu dipercaya sebagai sopir. Karena ketekunannya, dia terakhir sudah bisa membeli satu bus lungsuran (bekas) dan kemudian disopirinya sendiri sampai sekarang,” ujar Sardi, warga Dukuh Kedungdowo yang juga tetangga Kuswandi.

Sardi menuturkan Kuswandi memang dikenal dengan style sederhana dan merakyat. Ia juga hanya anak seorang petani.

Setelah penghitungan suara memastikan kemenangan Kuswandi, Sardi bahkan menyebut tak ada perayaan berlebihan yang dilakukan.

Hanya saja, banyak warga terutama di sekitar domisili Kuswandi yang bergembira karena kemenangan ini seolah mengembalikan tradisi Kades Hadiluwih yang selama ini memang banyak berasal dari Dukuh Kedungdowo.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.