Sunday, 20 October 2019

Kenapa Narasi yang Berkembang, Ninoy Disekap di Masjid Al Falaah?

Kenapa Narasi yang Berkembang, Ninoy Disekap di Masjid Al Falaah?

Foto: Ustadz Iskandar, pengurus DKM Masjid Al Falaah menunjukkan tempat Ninoy dirawat tim medis di lantai bawah Masjid.

Jakarta, Swamedium.com — Kronologis dan fakta sesungguhnya terkait kasus tuduhan penculikan dan penyekapan Ninoy Karundeng, makin menemui titik terang.

Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Falaah meminta Ninoy Karundeng untuk duduk bersama membuktikan pernyataannya saat melaporkan ke polisi bahwa telah diculik dan dianiaya pada hari terjadinya kerusuhan demonstrasi di kawasan DPR RI, Senin, 30 September 2019.

Dua pengurus DKM Al-Falaah, Ustadz Iskandar dan Ustadz Sasmito, mengungkapkan bahwa pada hari itu, Ninoy Karundeng memang diamuk massa usai memotret kondisi demonstran yang sedang memadati jalanan depan masjid yang berlokasi di Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat tersebut.

Namun, Ustadz Sasmito menegaskan bahwa lebam dan bonyoknya muka Ninoy terjadi karena amukan massa. Khawatir amukan bisa berujung pada kematian, pengurus masjid, kata Sasmita, langsung berusaha memasukkan Ninoy ke ruangan bawah masjid supaya bisa di urus paramedis yang saat itu sedang menggunakan ruangan tersebut.

“Sebenarnya gini, kalau wawancara sepihak gini menurut saya kurang adil. Kalau mau bawa Ninoy kesini kita obrolkan di sini itu lebih mediasi. Kan ada yang nulis ini disekap, diculik, mana yang namanya disekap, diculik,” tegas dia saat ditemui di Masjid Al-Falaah, Sabtu, 5 Oktober 2019.

Sementara itu, Ustadz Iskandar mengatakan, usai diamankan dan di rawat, saat pulang Ninoy diberikan baju ganti untuk pulang. Kepulangannya pun diantar oleh demonstran berikut dengan motor yang dia gunakan saat ke lokasi juga langsung di antar ke rumahnya.

“Contohnya waktu dia sudah pulang dia kan dikasih baju, salam-salaman dia, minta terima kasih. Coba, motor dan orangnya dipesenin Go Box sampai rumahnya. Sampai dikawal juga sama motor supaya aman,” tutur Ustadz Iskandar menimpali.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.