Wednesday, 23 October 2019

Jalur Sepeda dan Tantangan Anies

Jalur Sepeda dan Tantangan Anies

Jakarta, Swamedium.com — Alkisah menteri dari Jakarta berkunjung ke Denhaag, Belanda di era orde baru untuk meminta bantuan uang dan berbagai bantuan kerjasama kepada pemerintah Belanda. Dengan mobil mewah khas pejabat Indonesia jika berkunjung ke luar negeri, saat itu, plus jas dan sepatu mewah, berusaha memberikan impresi tingginya pejabat Indonesia yang sedang berkunjung ini. Di tengah jalan mendekat Binnenhof, tempat perdana menteri dan para menteri Belanda bekerja, menteri Indonesia ini terkaget2 melihat Perdana Menteri Belanda dan menteri yang akan dia temui sedang di sisi jalan menuju kantor naik sepeda.

Sebenarnya menteri itu tidak perlu kaget kalau mengetahui moda transportasi sepeda di Belanda hanyalah sebuah opsi atau alternatif orang2 bepergian ke kantor, belanja, jalan2 dengan anak bayinya, berpacaran, dll. Alternatif artinya pilihan itu sama baiknya dengan mengendarai mobil ataupun transportasi umum. Sebagai gambaran saja, jumlah mobil per 1000 penduduk di Belanda adalah 487 (2017), sedang di Indonesia hanya 87 mobil (2015).

Jakarta saat ini tengah membangun 17 jalur sepeda.Keinginan Anies mempercepat jalur sepeda di Jakarta meliputi 17 jalur pada tahun ini. Jalur itu terbentang dari Jl. Pemuda di Jakarta Timur, menuju Jl.Pramuka, lalu Jl. Dipanegoro, Jl. Matraman, Jl. Imam Bonjol, Jl. Thamrin dan Jl. Merdeka Selatan di Jakarta Pusat. Anies Baswedan beberapa hari lalu mencoba bersepeda melihat rute2 jalur sepeda yang akan dibangun itu.

Tentu ini sebuah pekerjaan besar bagi Anies. Sebab, persoalan bersepeda bukan hanya persoalan infrastruktur, namun juga soal kultur.
Begitupun, ini harus dipecahkan, sebab kecaman dunia bahwa Jakarta tempat terpolusi di dunia harus dipatahkan.

Ya, Jakarta telah ditetapkan sebagai tempat terpolusi di dunia. Orang2 mencaci Anies Baswedan. Pencaci maki Anies ini tidak mencaci maki Jokowi meski bertanggung jawab atas kematian bayi akibat asap kebakaran hutan atau ular2 langka berkaki tiga di Riau, atau ular ular besar dan anak2 monyet di Kalimantan. Mungkin karena Anies berkuasa atas sebuah kota, di mana orang2 pintar bermukim, gampang dilihat dan dihina.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.