Thursday, 21 November 2019

The Simpang Siur

The Simpang Siur

Dengan semangat pak Jokowi teriak “perang lawan radikalisme”. Masyarakat masih melamun isu radikalisme atau gerakan komunisme yang lebih berbahaya. Domein politik atau hukum. Dominan strategi atau perlindungan masyarakat. Mengapa umat Islam yang selalu dicitrakan radikal dan intoleran sehingga sakit perasaan umat digambarkan dengan “cingrang” dan “cadar”. Sehingga juga dengan terpaksa “merendah” harus memberi tumpeng di gereja atau ikut membawa salib. Menteri pun sibuk teriak teriak “hai para rektor, waspada kampusmu terpapar radikalisme”. Semua dibuat gemetar oleh bayangan hitam kelam.

Film “The Simpang Siur” masih tayang di bioskop kesayangan sampai 20 Oktober. Setelah itu akan diproduk film “the the” lain yang lebih seru. Ada horor ada humor. Ada juga ceritra yang berbau “kolor” atau anggota dewan “molor”. Tidak jauh jauh sekitar itu kok, disainer atau sutradaranya itu itu juga. Memang tidak perlu luas, karena dunia “istana boneka” hanya selebar daun “kelor”.

Pak Wiranto, sebagai muslim yang melihat ada yang tertimpa mushibah tentu kami mengucapkan “Inna lillahi wa inna ilaihi roojiuun”.
Moga cepat sembuh. Moga banyak beramal sholeh ke depan. Semakin tua semakin dekat ajal. Mari persiapkan bekal. (*)

*Penulis: M. Rizal Fadillah (Pemerhati Politik)

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.