Monday, 11 November 2019

Entah Apa yang Merasukimu

Entah Apa yang Merasukimu

Jakarta, Swamedium.com — Telah tersiar luas bahwa KSAD Jenderal Andika Perkasa menjatuhkan sanksi kepada Kolonel HS dan seorang anggota bernama Sersan Dua Z. Keduanya dihukum karena istri mereka mem-posting soal Wiranto di media sosial.

KSAD menyatakan: “Sehubungan dengan beredarnya posting-an di sosial media menyangkut insiden yang dialami oleh Menko Polhukam, maka Angkatan Darat telah mengambil keputusan. Pertama, kepada individu yang juga merupakan istri dari anggota TNI AD, yang pertama berinisial IPDN, dan yang kedua adalah LZ,”. Demikian kata Andika di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Jumat (11/10) kepada detikNews.

Sebagai seorang sarjana hukum, saya merasa prihatin atas hukuman yang dijatuhkan kepada dua anggota TNI tersebut sebagai akibat dari dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh kedua isteri anggota TNI tersebut, yakni diduga telah melakukan pelanggaran UU ITE terkait dengan kasus penusukan terhadap Menkopolhukam, Wiranto.

Sesuai pemberitaan di media masa, alasan mencopot jabatan kedua anggota TNI itu telah sesuai dengan UU No 25 Tahun 2014 tentang Hukum Disiplin Militer. Saya mencoba mencari tahu pasal mana yang mengatur bahwa apabila seorang istri anggota TNI melakukan pelanggaran hukum maka suaminya turut menanggung kesalahan bahkan harus dihukum double, yaitu dicopot jabatannya, dikurung dalam sel 14 hari serta belum lagi istrinya akan diajukan di peradilan umum.

Kalau saya lihat misi UU Hukum Disiplin Militer adalah PEMBINAAN. Mengapa bukan aspek ini yang diutamakan melainkan terkesan “pembinasaan”. Saya dapat merasakan kepedihan kedua anggota TNI tersebut karena juga mengalami pencopotan jabatan karena diduga melakukan perbuatan melanggar disiplin pegawai. Unsur pembinaan tidak secara layak dilakukan, langsung diarahkan pada pelanggaran dengan ancaman sanksi disiplin berat. Hingga sekarang karena aspek dugaan mal administrasi keputusan yang saya terima, maka saya masih menggugat Rektor Undip di PTUN Semarang. Pembinaan oleh seorang atasan itu penting, sehingga tidak terburu-buru menjatuhkan hukuman disiplin pegawai.

Pages: 1 2 3 4 5

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.