Thursday, 21 November 2019

Soal “Crosshijaber” yang Nyeleneh, MUI: Penyimpangan Harus Dicegah!

Soal “Crosshijaber” yang Nyeleneh, MUI: Penyimpangan Harus Dicegah!

Jakarta, Swamedium.com — Media sosial dihebohkan mengenai komunitas crosshijaber, pria yang berpenampilan menggunakan hijab bahkan bergaya dengan hijab syar’i dan cadar.

Yang bikin geram adalah para crosshijaber itu memasuki area privasi wanita diantara toilet bahkan ke tempat shalat wanita.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai fenomena ini jelas merupakan sebuah penyimpangan. “Jelas menyimpang, dan itu bisa jadi memang laki-lakinya, ya kayak seperti seorang laki-laki yang menyerupai perempuan, kan seperti itu menyimpang,” ujar Ketua MUI Bidang Informasi dan Komunikasi, Masduki Baidlowi kepada wartawan.

Menurutnya, si laki-laki itu harus ditegaskan dalam sebuah lingkungan sosial untuk tetap dia menjadi dan mengembangkan jiwa kelelakiannya. Jangan dibiarkan dia mengembangkan jiwa keperempuanannya.

Dengan tegas ia mengatakan, fenomena ini harus dicegah agar tidak menyebar luas. “Tren yang menyimpang harus dicegah, nggak boleh. Jadi budaya apa pun kalau itu menyimpang dari nilai-nilai dasar itu harus dicegah agar tidak menjadi kebablasan. Jadi dari awal harus dicegah agar jangan sampai menjadi sebuah semacam virus yang terus berkembang akhirnya, berbahaya, yang nyeleneh gitu kan, nggak boleh,” jelasnya.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel mengingatkan bahwa adanya larangan laki laki yang hendak menyerupai perempuan.

“Kan sudah jelas dalilnya laki-laki tidak boleh menyerupai perempuan. Perempuan tidak boleh menyerupai laki laki,” kata Wakil Ketua MUI Sulsel, HM Renreng saat berbincang dengan detikcom, Senin (14/10/2019).

Untuk wilayah Sulsel, Renreng mengaku belum mendapatkan adanya laporan komunitas crosshijaber yang melakukan aktivitas.

Meski begitu, dia mengimbau agar masyarakat, khususnya laki-laki agar tidak ikut dengan gaya yang dilakukan oleh komunitas ini, sempat viral di media sosial.

“Imbauannya jangan laki-laki pakai hijab toh. Jadi tidak boleh,” tegas dia.

Pages: 1 2

Related posts

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.