Kamis, 24 September 2020

Tanah untuk Rakyat, Utopia Reformasi Agraria

Tanah untuk Rakyat, Utopia Reformasi Agraria

Menurut Meli Triana Devi, Peneliti IDEAS, akar masalah utama sulitnya menurunkan kemiskinan di pedesaan khususnya, adalah distribusi tanah yang sangat terkonsentrasi di segilintir elit. Dengan sebagian besar masyarakat pedesaan masih menggantungkan penghidupannya pada sektor pertanian, penguasaan lahan menjadi krusial dalam peningkatan pendapatan masyarakat pedesaan.

Meli Triana juga menambahkan bahwa pada 2018, 58,7 persen RTUP hanya memiliki lahan pertanian kurang dari 0,5 hektar. Terdapat kecenderungan kuat antara petani gurem dengan terbatasnya lahan sawah. Daerah dengan konsentrasi petani gurem tinggi banyak ditemui di daerah sentra padi, terutama di Jawa, seperti Tasikmalaya, Bojonegoro, dan Indramayu.

Di akhir, Meli Triana memberikan pendapat bahwa seharusnya arah kebijakan utama adalah mempertahankan dan mengembangkan skala kecil di Jawa, yang harus difasilitasi dengan land reform.

“Arah kebijakan ini tidak hanya akan menjamin ketahanan pangan nasional namun juga akan menurukan kemiskinan dan kesenjangan secara mengesankan” jelas Meli Triana.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.