Thursday, 21 November 2019

Misteri Buku Merah: Antara Novel, KPK, dan Pertemuan di Pattimura

Misteri Buku Merah: Antara Novel, KPK, dan Pertemuan di Pattimura

Jakarta, Swamedium.com — Novel Baswedan, penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi, meminta waktu bertemu dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Ia ingin mengklarifikasi isu negatif yang beredar tentang dirinya dan beberapa rekannya di KPK. Isu itu adalah Novel dan kawan-kawannya diisukan membidik Sang Jenderal.

Pertemuan itu dilakukan di rumah dinas Tito Karnavian di Jalan Pattimura pada Selasa, 4 April 2017. Novel ditemani seorang rekan kerjanya. Sementara Tito didampingi beberapa perwira polisi, salah satunya Idham Aziz (saat ini Kabareskrim Mabes Polri). Pertemuan itu diketahui oleh pimpinan KPK.

Novel berusaha meyakinkan Tito bahwa KPK bekerja dengan objektif dan tidak manarget orang tertentu untuk kepentingan tertentu pula.

“Ada orang tertentu di oknum Polri yang mengembuskan isu bahwa seolah-olah saya sedang memimpin suatu satgas untuk menarget Pak Tito,” kata Novel.

Namun, isu itu terlanjur menyebar. “Saya meyakini Pak Tito mengira (isu penargetan tersangka) itu benar,” kata Novel.

Pertemuan itu dibenarkan oleh Tito. Namun, ia tak menjelaskan isi perbincangan.

Malam hari usai pertemuan, peristiwa lain terjadi di tempat lain. Surya Tarmiani, penyidik KPK, dirampok saat pulang ke kosnya di daerah Setiabudi Timur, Jakarta Selatan.

Saat itu Surya baru pulang dari Yogyakarta. Ia memesan taksi di Bandara Soekarno-Hatta dan menaruh tas berisi sejumlah bukti perkara suap Basuki Hariman di bagasi taksi.

Setiba di dekat rumah kos, taksi berhenti karena gang menuju rumah kos Surya tertutup portal. Surya memutuskan turun dari taksi dan jalan kaki ke kos. Saat itulah seorang pria berjaket gelap menyambar tas ranselnya, kabur dengan sepeda motor.

Seminggu setelah peristiwa itu, 11 April, Novel ketiban petaka. Sepulang dari salat subuh di masjid dekat rumahnya, Novel disiram air keras oleh orang tak dikenal. Melukai sebagian wajah dan mata kanannya. Akibatnya, mata kiri Novel nyaris buta.

Pages: 1 2 3 4 5 6

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.