Monday, 11 November 2019

Marak Juru Tulis, Minim Ulama Istiqamah: Bedah Pemikiran Mbah Hasyim Asy’ari

Marak Juru Tulis, Minim Ulama Istiqamah: Bedah Pemikiran Mbah Hasyim Asy’ari

Foto: KH. Luthfi Bashori. (ist)

Surabaya, Swamedium.com — Hari Qiamat itu akan segera akan datang menurut KH. Hasyim Asy’ari dalam kitab karya beliau, Risalah Ahlis Sunnah wal Jamaah, jika mihrab-mihrab masjid sudah banyak yang dihiasi dengan ornamen-ornamen yang indah namun hati umat Islam dibiarkan kosong. Hal ini sesuai dengan Hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Imam At-Thabrani dari Shahabat Ibnu Mas’ud RA.

Kenyataan ini sangat riil banyak terjadi di sekitar umat, betapa banyak saat ini masjid-masjid milik warga yang dihias sedemikian indah, bahkan sebagiannya ada yang sangat megah, namun tetap minim pengunjung yang betah berlama-lama dalam beri’tikaf di dalam masjid tersebut.

Belum lagi, banyaknya masjid-masjid yang dibangun dengan penuh kemegahan, namun sulit bagi umat Islam yang ingin berlama-lama melaksanakan i’tikaf di dalamnya, karena ada permbatasan waktu dari ketakmiran yang mengelolahnya.

Atau bermula dari cara membangun bentuk bangunan masjid yang tidak pro terhadap kepentingan umat Islam yang ingin menjadikan masjid sebagai tempat berlabuh, karena tidak adanya ruang publik yang terbuka.

Atau karena masjidnya diberi pagar mengitar yang terkunci rapat, hingga menyulitkan umat Islam untuk masuk masjid selain pada jam-jam shalat fardlu saja. Padahal arti mema’murkan masjid serta sunnah beri’tikaf itu semestinya tersedia waktu bagi umat Islam selama 24 jam.

KH. Hasyim Asy’ari melanjutkan dalam kitabnya tentang tanda-tanda dekatnya hari Qiamat itu, antara lain jika terjadi pesatnya perdagangan hingga kaum wanita membantu suaminya dalam berdagang, terputusnya tali persaudaraan, merebaknya pena (tulis-menulis), dan munculnya kesaksian-kesaksian palsu.

Tanda-tanda ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Imam Al-Bukhari dari Sahabat Ibnu Mas’ud RA.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.