Thursday, 21 November 2019

Spekulasi

Spekulasi

Foto: Prabowo dan Jokowi. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Saya inget perkataan buya hamka.

“Jika kau mencari keburukan, maka kau akan dipertemukan dengan keburukan itu. Namun jika yang kau cari adalah kebaikan, maka itu juga yang akan kau temui”

Saya pernah dihadapkan kalimat buya hamka itu saat sowan ke lapak pendukung jokowi. Kalau kamu melihatnya dengan benci, maka apapun yang dilakukan jokowi adalah salah. Namun kalau kamu melihatnya dengan mencari kebaikannya, kamu akan paham mengapa kebijakan itu ada.

Saya bisa lempar kalimat buya hamka itu pada pihak yang kecewa dengan Prabowi, konsekuensinya saya akan dilempar balik kalimat itu saat berbicara tentang jokowi.

Bicara jokowi adalah sebab dan akibat. Setelah akibatnya terjadi, baru kita bicara. Bukan bucara asumsi atau halusinasi yang belum terjadi.

Saat bpjs dinaikkan, apa dampaknya bagi masyarakat? Pastinya menjerit dan tunggakan akan banyak terjadi. Namun pemerintah ini sudah antisipasi mengenai tunggakan yang akan terjadi, antisipasinya dengan ancaman.

Gak ada kata lain, selain harus bayar. Jika tidak, maka urusan administrasi segaka keperluan akan dipersulit.

Kalau saya bahas bpjs, apakah saya mencari keburukannya? Menurut saya enggak. Justru kita berbicara mengenai dampak yang sudah terjadi dan alan terulang lagi, yaitu tunggakan premi.

Jokowi bangun jalan tol, saat kebijakan itu terjadi. Saya diam menyaksikan semuanya. Saat mulai timbul pemberitaan bahwa jalan tol dananya dari asing, dan nantinya akan dikelola swasta, saya harus bereaksi. Ketika swasta yang memegang, maka jalan tol menjadi bisnis bagi mereka. Keberpihakan pada rakyat dimana jika untuk jalan saja kita harus membayar, padahal kita sudah mem ayar segala pajak selama ini. Menggunakan jalan, kita bayar pajak kendaraan. Kenapa harus dipungut lagi biaya atas pembangunan ditanah indonesia?

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.