Saturday, 07 December 2019

Pro Kontra Kabinet Jokowi-Maruf, Ini Sikap Din Syamsuddin

Pro Kontra Kabinet Jokowi-Maruf, Ini Sikap Din Syamsuddin

Foto: Din Syamsuddin. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Prof. Dr. M. Din Syamsuddin, Ketua Dewan Pertimbangan MUI menyampaikan pendapatnya sehubungan dengan pro-kontra terhadap Kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin. Hal ini disampaikan dalam Rapat Pleno Dewan Pertimbangan MUI Ke-44, 23 Oktober 2019.

Berikut isi pemikiran Prof. Din:

1. Rakyat harus memahami bahwa pengangkatan menteri adalah hak prerogatif Presiden, namun Presiden juga harus memahami bahwa rakyat memiliki hak utk menilai karena merekalah stake holders riil dari bangsa dan negara, serta pemegang kedaulatan sejati.

2. Penilaian terhadap kabinet tentu sebaiknya tidak diarahkan kepada pribadi seseorang menteri, tapi pada proses, dan faktor-faktor kenegarawanan yg seyogyanya dipertimbangkan oleh pemilik hak prerogatif.

3. Di antara faktor-faktor kenegarawan tsb adalah pertimbangan kesesuaian penempatan seseorang (the right person in the right place), derajat akomodasi kemajemukan bangsa atas dasar agama dan etnik, akomodasi kekuatan aspiran riil dalam masyarakat seperti organisasi masyarakat madani yg punya peran kebangsaan, dan tentu arah kebijakan sesuai dengan visi strategis bangsa dalam Konstitusi. Dalam kaitan ini, memang dapat ditengarai rendahnya derajat kenegarawanan, lebih mengedepankan rasa superior/ketakabburan, pendekatan “keluar kotak” semu, dan cenderung jalan sendiri (kurang akomodatif terhadap elemen pendukung dan pendamping).

4. Terkait dengan itu, ada persoalan historis dan psikologis yg diabaikan yakni penempatan menteri pada kementerian yg memiliki dimensi historis kuat seperti bidang agama dan pendidikan. Kementerian pertama erat terkait dengan kompromi politik di awal kemerdekaan utk akomodasi aspirasi golongan Islam dan berperan sentral utk memfungsikan agama sebagai faktor pendorong pembangunan bangsa, sedangkan kementerian kedua terikat erat dengan amanat Konstitusi “mencerdaskan kehidupan bangsa” yg berhubungan dengan pembentukan watak bangsa (nation and character building). Agaknya, keputusan yg ada bersifat ahistoris dan asosiologis.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.