Sunday, 15 December 2019

Menyoal Terminologi ‘Manipulator Agama’

Menyoal Terminologi ‘Manipulator Agama’

Jakarta, Swamedium.com — Apakah sudah tepat menyandingkan atau menyamakan terminologi radikalisme dengan ‘Manipulator Agama’? Apakah bukan merupakan bentuk penyesatan pemikiran menyamakan diksi radikalisme dengan “Manipulator Agama” Apakah tidak “ngaco” & tidak “ngawur” menyamakan radikalisme dengan “Manipulator Agama”?

Apakah tidak tendensius menyamakan radikalisme dengan “Manipulator Agama”? Atau jangan-jangan, apakah hal ini bentuk kejujuran atau mempertegas dan memperjelas bahwa bebagai program atau kampanye radikalisme yang selama ini digaungkan, memang patut diduga diarahkan untuk entitas agama, yang sudah barang tentu maksudnya agama Islam? Atau apakah lebih spesifiknya yang akan disasar diantaranya, Ulama, Kyai, Habib, Ustadz, Tokoh Islam, Aktivis Islam, dan seterusnya?

Dalam sejarah kemerdekaan Indonesia, para pejuang yang berjuang dan berperang melawan pemerintahan kolonial Belanda dikenal atau dilekatkan dengan istilah oleh pemerintahan kolonial Belanda sebagai kaum radikal dan pemberontak. Bagi Pemerintahan Kolonial Belanda, Pangeran Diponegoro, Tuanku Imam Bonjol, Cut Nyak Dien, Kapitan Pattimura, Tuanku Tambusai, Nyi Ageng Serang, Hasanuddin, Panglima Soedirman, KH. Hasyim Ashari, Ahmad Dahlan, Adam Malik, Ki Hajar Dewantara, Agus Salim, Bung Tomo, Syafruddin Prawiranegara, Soekarno, Mohammad Hatta, dan ribuan pejuang kemerdekaan lainnya merupakan orang-orang radikal. Lantas, apakah para pejuang kemerdekaan-para pahlawan bangsa layak disamakan sebagai “Manipulator Agama”?

Apakah para penentang Raja dalam revolusi Perancis yang menyebut dirinya dan yang dilabeli sebagai kaum radikal melakukan manipulasi agama? Apakah kata radikal merujuk pada aktivitas tiga partai di Perancis pada abad 19, yakni Partai Republikan, Partai Sosialis Radikal, dan Partai Radikal yang anti-monarki juga melakukan manipulasi agama?

Apakah gerakan “radikal” dalam konteks politik pertama kali digunakan oleh Charles James Fox dengan mendeklarasikan “reformasi radikal” dalam sistem pemilihan untuk reformasi parlemen pada tahun 1797 juga melakukan manipulasi agama?nApakah para aktivis anti-perbudakan _(abolisionists)_ sepanjang abad ke-19 di Amerika melakukan manipulasi agama?

Pages: 1 2 3 4

Related posts

1 Comment

  1. Anonymous

    Jika di insyafi, yang salah ya kebanyakan ummat Islam sendiri, terlepas dari aliran tertentu, ormas Islam tertentu dan dan partai partai Iskam tertentu. Ngak kapok kapok dikerjain berulang ulang dan tidak pernah belajar dari sejarah perjalanan bangsa.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.