Thursday, 21 November 2019

Mutiara di Balik Lumpur

Mutiara di Balik Lumpur

Bogor, Swamedium.com — Mungkin itu yang tepat untuk saya ungkapkan tentang mereka. 16 penulis cilik dari kelas 3, 4 dan 5 Madrasah Ibtidaiyah Ar Rasyid, Kampung Babakan Cibalung, kec Cijeruk, Kab Bogor, hari ini 2 November 2019, launching buku perdana mereka yang berjudul KICAU MURAI.

Bukan cuma menulis buku, tapi buku itu ditujukan untuk edukasi dan donasi.

Kenapa edukasi? Karena di dalam tulisan-tulisan mereka, mereka mengungkapkan nasehat terhadap diri sendiri, ada adab, ada nuansa religi.

Kenapa donasi? Karena dalam setiap pembelian buku itu, diniatkan sebagian untuk sumbangan kemanusiaan yang akan disalurkan oleh ACT (Aksi Cepat Tanggap).

Kegiatan yang pantas menjadi contoh. Bahwa prestasi itu bukan untuk dinikmati sendiri, tapi juga untuk berbagi pada yang membutuhkan.

Suka dan duka menjadi penulis sudah mereka alami di usia mereka yang relatif muda (8 sampai 11 tahun). Dikritik, naskahnya dicoret-coret, disuruh ulangi berkali-kali, bahkan ada naskah yang dianggap tak layak ditayangkan. Semua itu tak membuat mereka mundur.

Apa yang mereka wujudkan hari ini mungkin belum sempurna jika dibandingkan penulis cilik lainnya yang sudah lebih dahulu kondang.

Tapi setidaknya ini adalah awal dari keberanian berkarya dan menginspirasi bagi anak-anak lain yang juga ingin berprestasi dan berbagi.

Mereka adalah 16 anak-anak desa yang mengangkat nama sekolah dan membanggakan orang tua. Sekarang apa yang kalian lakukan tidak hanya dilihat oleh guru, sekolah, keluarga, tapi juga orang lain di luar kampung ini bahkan orang terkenal seperti Bapak Fuad Baradja (artis pameran ayah dalam Jin dan Jun) pun berkata, “Kalian bisa bermanfaat bagi orang lain melalui bidang kalian masing-masing. Sekarang kalian belajar menulis. Penulis yang baik adalah orang yang menulis untuk kebaikan. In syaa Allah dengan menulis yang baik-baik kalian akan menebar manfaat. Dan kalian akan menjadi orang yang bermanfaat.”

Pages: 1 2

Related posts

3 Comments

  1. Anonymous

    Selamat untuk ibu Diana Siregar yang telah membawa MI Ar-Rasyid keluar dari kotak “Kejumudan” menuju gerak dinamis

    Reply
    1. Anonymous

      Selamat bagi bu Diana yang telah membawa MI Ar-Rasyid Bogor keluar dari kotak “keterbelakangan” menuju dinamisasi. Agus Pranamulia, Founder LEUIT RASANING RASA.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.