Friday, 22 November 2019

Nihil Ilmu Agama, Mengurusi Agama

Nihil Ilmu Agama, Mengurusi Agama

Foto: KH. Luthfi Bashori. (ist)

Bedah Pemikiran Mbah Hasyim Asy’ari

Malang, Swamedium.com — Jaman sekarang sudah banyak kejadian-kejadian aneh yang berlaku di tengah masyarakat, entah itu munculnya aliran-aliran sesat bak jamur di musim hujan. Sebut saja peristiwa Lia Eden yang mengaku sebagai titisan malaikat Jibril.

Kalau orang yang mengaku jadi nabi, mungkin sudah banyak terjadi, bahkan bisa dikatakan beritanya kurang menghebohkan. Tapi yang sangat aneh, saat Lia Eden sebagai seorang wanita, malah mengaku sebagai malaikat, tentu saja beritanya sempat menggemparkan dan pernah menjadi tranding topic di tengah masyarakat.

Atau munculnya kejadian-kejadian alam yang sangat mencengangkan, semisal adanya tanah bergerak seperti yang terjadi saat gempa di Palu, atau batu mengalir bak air di salah salah satu pegunungan, atau padang pasir yang gersang tiba-tiba berubah menjadi sungai dengan banjir airnya yang sangat melimpah, dan semua fenomena alam ini dapat dicari dan disaksikan videonya di link youtube. Tentu apa yang terjadi ini tiada lain termasuk salah satu tanda semakin dekatnya kedatangan hari Qiamat.

Demikian juga dengan apa yang dinuklil oleh KH. Hasyim Asy’ari dari hadits nabi tentang tanda-tanda Qiamat, yaitu apabila semua urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah datangnya Hari Kiamat. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dari Shahabat Abu Hurairah RA.

Betapa banyak terjadi saat ini, orang yang tidak dapat membaca Alquran dengan baik dan benar, tiba-tiba ditunjuk menjadi khatib dan imam shalat Jumat, hanya karena dipandang sebagai pejabat public. Bahkan sang khatib tidak paham bahwa dalam khathbah Jumat itu mempunyai rukun dan syarat tertentu yang hanya dipahami oleh para ahli ilmu syariat, sehingga khathbah yang disampaikan maupun shalatnya tidak sah alias batal karena tidak memenuhi ketentuan syariat.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.