Thursday, 21 November 2019

Bagaimana Pandangan Para Sahabat dan Ahli Tafsir Tentang Jilbab dan Cadar?

Bagaimana Pandangan Para Sahabat dan Ahli Tafsir Tentang Jilbab dan Cadar?

Ilustrasi muslimah bercadar. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Mari kita simak dengan baik pemaparan dua ulama besar dan alim dalam bidang tafsir dari kalangan madzhab syafii yaitu Imam Ibnu Katsir Asy-Syafii rahimahullah dan Imam Jalaluddin As-Suyuti Asy-Syafii rahimahullah dalam tafsirnya:

Imam Ibnu Katsir Asy-Syafii rahimahullah berkata:

Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang-orang mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Ahzab:59)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan kepada Rasul-Nya agar memerintahkan kepada kaum wanita yang beriman, khususnya istri-istri beliau dan anak-anak perempuannya – mengingat kemuliaan yang mereka miliki sebagai ahli bait Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.- hendaknyalah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka agar mereka berbeda dengan kaum wanita Jahiliyah dan budak-budak wanita.

Jilbab artinya kain yang dipakai di atas kerudung, menurut apa yang dikatakan oleh Ibnu Mas’ud, Ubaidah, Qatadah, Al-Hasan Al-Basri, Ibrahim An-Nakha’i, dan Atha’ Al-Khurrasani serta lain-lainnya yang bukan hanya seorang. Dan kalau sekarang sama kedudukannya dengan kain sarung.

Al-Jauhari mengatakan bahwa jilbab adalah kain penutup.

Seorang wanita Hudzail mengatakan dalam bait syairnya ketika menangisi seseorang yang terbunuh:

تَمْشي النُّسور إِلَيْهِ وَهْيَ لاهيةٌ # مَشْيَ العَذَارى عَلَيْهِنَّ الجَلابيبُ

“Burung-burung elang berjalan menuju ke arahnya dengan langkah-langkah yang acuh # sebagaimana jalannya para perawan yang memakai kain jilbab. ”

Ali ibnu Abu Thalhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa Allah memerintahkan kepada kaum wanita yang beriman apabila mereka keluar rumah untuk suatu keperluan, hendaklah mereka menutupi wajah mereka dimulai dari kepala mereka dengan kain jilbab dan hanya diperbolehkan menampakkan sebelah matanya saja.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.