Friday, 22 November 2019

Penyelamat Pertumbuhan Ekonomi yang Perlu Diamankan

Penyelamat Pertumbuhan Ekonomi yang Perlu Diamankan

Jakarta, Swamedium.com — Ekonomi Indonesia triwulan III-2019 dibanding triwulan III-2018 (y-o-y) tumbuh sebesar 5,02%. Dari sisi lapangan usaha, sektor industri pengolahan masih memberi kontribusi terbesar, sebanyak 0,86%. Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga juga masih yang terbesar, sebanyak 2,69%. Namun, sumbangan keduanya dapat merosot pada triwulan-triwulan berikutnya.

Pertumbuhan ekonomi dihitung BPS dengan membandingkan nilai Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga konstan. PDB adalah nilai pasar semua barang dan jasa akhir yang diproduksi dalam wilayah Indonesia selama kurun waktu tertentu, triwulan ataupun tahun. PDB harga konstan merupakan nilai dengan memperhitungkan kenaikan harga yang dihadapi produsen dalam rangka berproduksi.

Pertumbuhan ekonomi triwulan III-2019 (y-o-y) sebesar 5,02% dihitung dari kenaikan nilai PDB harga konstannya (Rp2.818,9 triliun) dibandingkan dengan Triwulan III-2018 (Rp2.684,2 triliun). Sedangkan pertumbuhan kumulatif (c-to-c), yang merupakan perbandingan nilai kumulatif dari Januari hingga September, tercatat 5,04%.

Selama setahun kumulatif nanti diprakirakan hanya tumbuh sebesar 5,0%. Itu pun berisiko lebih rendah, hingga di kisaran 4,9%. Indikasinya antara lain dari fakta bahwa pertumbuhan III-2019 secara tahunan dan secara kumulatif merupakan yang terendah dalam empat tahun terakhir.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia selama era pemerintahan Jokowi I rata-rata sebesar 5,03%. Lebih rendah dari era SBY-JK sebesat 5,64%, dan era SBY-Boediono yang mencapai 5,80%.

Pada kurun 1968-1997 (era Pemerintahan Soeharto) rata-rata pertumbuhan ekonomi mencapai 6,77%. Saat terjadi krisis moneter tahun 1998, pertumbuhan ekonomi terkontraksi atau minus 13,13% pada tahun 1998, dan hanya 0,79% pada tahun 1999. Berangsur meningkat mulai tahun 2000 hingga tahun 2004, dengan rata-rata 4,57% per tahun.

Dilihat secara sektoral, sektor industri pengolahan masih memberi kontribusi yang terbesar, mencapai 0,86% dalam pertumbuhan Triwulan III-2019. Diprakirakan selama setahun nanti, kontribusinya sekitar 0,85% dari total pertumbuhan yang 5,0%. Kontribusinya cenderung menurun perlahan, sejak tahun 2012 yang masih mencapai 1,24%.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.